<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>code4769&#039;s site &#187; Dongeng</title>
	<atom:link href="http://www.inilahjalanku.com/category/dongeng/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.inilahjalanku.com</link>
	<description>Portal IT &#38; Islamic</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Jan 2012 02:54:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Tampilan Baru&#8230;. :))</title>
		<link>http://www.inilahjalanku.com/tampilan-baru/</link>
		<comments>http://www.inilahjalanku.com/tampilan-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Nov 2011 11:52:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>code4769</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dongeng]]></category>
		<category><![CDATA[Other]]></category>
		<category><![CDATA[ada aja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.inilahjalanku.com/?p=535</guid>
		<description><![CDATA[Hag Hag Hag&#8230; ditengah pusingnya bikin App, iseng-iseng update blog. Ada komen masuk, di approve n di bales. Liat status update, ada 1 new update avaiable. di klik ternyata update untuk Theme Mystique. di update malah tampilan kacau&#8230; coba-coba thema yang lain g da yang cocok sampai akhirnya pakai thema yang ini. sekalian di &#8220;seragam&#8221; <a href='http://www.inilahjalanku.com/tampilan-baru/'>[...]</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hag Hag Hag&#8230; ditengah pusingnya bikin App, iseng-iseng update blog. Ada komen masuk, di approve n di bales. Liat status update, ada 1 new update avaiable. di klik ternyata update untuk Theme Mystique. di update malah tampilan kacau&#8230; <img src='http://www.inilahjalanku.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>coba-coba thema yang lain g da yang cocok sampai akhirnya pakai thema yang ini. sekalian di &#8220;seragam&#8221; kan sama situs <a href="http://antidws.com" target="_blank">AntiDWS &#8211;> Solusi IT yang Profesional, Bersahabat, dan Terpercaya</a> <img src='http://www.inilahjalanku.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>semoga lebih nyaman. <img src='http://www.inilahjalanku.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>*nulis g niat</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.inilahjalanku.com/tampilan-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Integrasi Islam dan budaya lokal : Yasinan</title>
		<link>http://www.inilahjalanku.com/integrasi-islam-dan-budaya-lokal-yasinan/</link>
		<comments>http://www.inilahjalanku.com/integrasi-islam-dan-budaya-lokal-yasinan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Nov 2011 18:33:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>code4769</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dongeng]]></category>
		<category><![CDATA[Islami]]></category>
		<category><![CDATA[ada aja]]></category>
		<category><![CDATA[adab]]></category>
		<category><![CDATA[akhirat]]></category>
		<category><![CDATA[akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.inilahjalanku.com/?p=513</guid>
		<description><![CDATA[uummmmm, sedikit share lagi. ini tugas kuliah saya pada matakuliah islam dan budaya lokal beberapa tahun yang lalu.. nemu di arsip, iseng-iseng saya share disini. ok, semoga manfaat&#8230; ======================================================== Yasinan merupakan salah satu contoh hasil dari pencampuran antara budaya lokal dengan nilai-nilai keislaman. Masyarakat jawa percaya bahwa dengan di adakannya ritual yasinan, para keluarga bisa <a href='http://www.inilahjalanku.com/integrasi-islam-dan-budaya-lokal-yasinan/'>[...]</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>uummmmm, sedikit share lagi. ini tugas kuliah saya pada matakuliah islam dan budaya lokal beberapa tahun yang lalu.. <img src='http://www.inilahjalanku.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  nemu di arsip, iseng-iseng saya share disini. ok, semoga manfaat&#8230;</p>
<p>========================================================</p>
<p>Yasinan merupakan salah satu contoh hasil dari pencampuran antara budaya lokal dengan nilai-nilai keislaman. Masyarakat jawa percaya bahwa dengan di adakannya ritual yasinan, para keluarga bisa mengirimkan pahala kepada kerabat yang sudah meninggal, sehingga memudahkan sang kerabat untuk masuk surga.</p>
<p>Penyelenggaraan yasinan di tentukan berdasarkan hitungan hari setelah meninggalnya seseorang, yaitu: tiga hari, tujuh hari, empat puluh hari, seratus hari, pendak 1, pendak 2, sampai seribu hari setelah seseorang meninggal.</p>
<p>Dalam yasinan biasanya dibacakan surat yasiin, An Naas, Al Falaq, Al Ikhlash, al baqarah 1-5, Ayat Kursy, serta tiga ayat terakhir dalam surat al baqarah. Kemudian di bacakan juga tahlil, istighfar, dan ditutup doa.</p>
<p>Yasinan biasa di adakan setelah waktu sholat isya’, yang dihadiri oleh para tetangga almarhum. Dalam acara ini para tetangga duduk berkeliling sambil membaca doa-doa islami yang telah disebutkan di atas. Pembacaan doa ini biasanya memakan waktu sekitar 30 menit.<br />
<span id="more-513"></span><br />
Menurut sejarah, lahirnya tradisi Yaasin dan Tahlil berangkat dari akulturasi budaya Islam dengan Jawa yang bernuansa Hindu-Budha. Islam ketika masuk ke tanah Jawa, pada masa awal penyebarannya dilakukan melalui dakwah kultural. Hal ini dimotori oleh Sunan Kalijaga yang juga seorang budayawan.</p>
<p>Pada saat itu, kebiasaan lek-lekan (kumpul malam hari) sepeninggalnya seseorang dulunya diisi dengan kegiatan-kegiatan yang kurang Islami, antara lain: main kartu, minum-minuman, pemberian sesajen, dan sebagainya. Kemudian sedikit demi sedikit tradisi lek-lekan itu dikawinkan dengan nilai-nilai Islam melalui ritual Yaasin dan Tahlil. Akhirnya, mitong dino, matang puluh dino, mendhak sepisan dan seterusnya sampai saat ini dapat kita saksikan dalam ritual Yaasin dan Tahlil. Dan dakwah semacam itu cukup efektif yang menjadikan Islam berkembang pesat di tanah jawa secara kwantitatif.</p>
<p>Jadi pada kasus ini, pencampuran yang terjadi adalah pemakaian doa-doa yang islami untuk mengisi suatu acara tradisi yang sudah dikenal oleh rakyat jawa semenjak islam belum datang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.inilahjalanku.com/integrasi-islam-dan-budaya-lokal-yasinan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sebuah renuangan untuk kita kawan, renungan tentang kematian</title>
		<link>http://www.inilahjalanku.com/sebuah-renuangan-untuk-kita-kawan-renungan-tentang-kematian/</link>
		<comments>http://www.inilahjalanku.com/sebuah-renuangan-untuk-kita-kawan-renungan-tentang-kematian/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 May 2011 17:04:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>code4769</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dongeng]]></category>
		<category><![CDATA[Islami]]></category>
		<category><![CDATA[akhirat]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.inilahjalanku.com/?p=443</guid>
		<description><![CDATA[sebelumya, maaf jika tulisan saya kali ini lebih terkesan seperti curhat sampah nan busuk. jika anda tidak berkenan membacanya, silakan langsung menuju lyric Last Breath serta link download lagunya. maaf&#8230; ========================================================================= hah&#8230;. lama jari ini tidak menari diatas keyboard untuk menulis sebuah &#8220;kebaikan&#8221; untuk menulis tentang &#8220;kebenaran&#8221;. telah lama jari ini menulis puluhan ribu baris <a href='http://www.inilahjalanku.com/sebuah-renuangan-untuk-kita-kawan-renungan-tentang-kematian/'>[...]</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>sebelumya, maaf jika tulisan saya kali ini lebih terkesan seperti curhat sampah nan busuk. jika anda tidak berkenan membacanya, silakan langsung menuju lyric Last Breath serta link download lagunya. maaf&#8230;</p>
<p>=========================================================================</p>
<p>hah&#8230;. lama jari ini tidak menari diatas keyboard untuk menulis sebuah &#8220;kebaikan&#8221; untuk menulis tentang &#8220;kebenaran&#8221;. telah lama jari ini menulis puluhan ribu baris code program, tapi sudah lama jari ini tidak menulis 1 atau 2 paragraf nasehat kebaikan. sungguh merugi diri ini. kawan, q harap engkau tidak seperti diri q yang lalai ini. q harap engkau adalah makhluk yang dimuliakan oleh Rabb seluruh alam.</p>
<p>kawan pada kesempatan ini, izinkan makhluk yang hina ini untuk menyuguhkan sebuah renungan&#8230; sebuah renungan tentang kematian&#8230;</p>
<p>saudaraku&#8230; sungguh, diri ini masih sangat takut akan kematian&#8230; diri ini merasa belum siap untuk menghadap Allah. terlalu banyak catatan hitam dalam diri ini yang belum diperbaiki. bahkan q sudah lupa. ada di bagian mana saja catatan hitam itu tersimpan. saudaraku, q harap, engkau adalah makhluk yang miskin dosa. q harap catatan kehidupanmu dipenuhi dengan catatan kebaikan.</p>
<p>saudaraku.. q benar-benar merasa takut&#8230; bagaimana bila esok hari adalah waktu q?? q belum siap bila harus bertemu dengan para makhluk taat yang akan melakukan interogasi kepadaku&#8230; q takut akan hukuman yang pasti q terima atas segala kesalahan q di dunia ini&#8230; q takut dengan ancaman hukuman siksa pedih.. q takut terhadap para penyiksa yang tak memiliki belas kasih&#8230; q takut dengan api yang siap melahap diri ini&#8230;.<br />
kawan&#8230; q sungguh takut&#8230;<br />
<span id="more-443"></span><br />
namun, q juga sadar. hanya merasa takut bukanlah sesuatu yang harus dilakukan. yang perlu dilakukan adalah persiapan untuk sebuah hal pasti tersebut. kawan, semoga diri ini dan dirimu tergolong manusia yang beruntung. semoga Allah melimpahkan kasih dan sayang Nya kepada kita.</p>
<p>kawan, q ingin berbagi sebuah syair yang membuatku tersadar dan benar-benar berfikir tentang kematian. ini sebuah syair lama yang jarang ku putar. namun, tadi ketika ku sedang sibuk membuat program, ku putar beberapa list lagu. dan ini adalah salah satunya&#8230; semoga bermanfaat&#8230;</p>
<p>Last breath</p>
<p>Lyric Last breath</p>
<p>From those around I hear a Cry,<br />
A muffled sob, a Hopeless sigh,<br />
I hear their footsteps leaving slow,<br />
And then I know my soul must Fly!<br />
A chilly wind begins to blow,<br />
Within my soul, from Head to Toe,<br />
And then, Last Breath escapes my lips,<br />
It&#8217;s Time to leave. And I must Go!<br />
So, it is True (But it&#8217;s too Late)<br />
They said: Each soul has its Given Date,<br />
When it must leave its body&#8217;s core,<br />
And meet with its Eternal Fate.<br />
Oh mark the words that I do say,</p>
<p>Who knows? Tomorrow could be your Day,<br />
At last, it comes to Heaven or Hell<br />
Decide which now, Do NOT delay!<br />
Come on my brothers let us pray<br />
Decide which now, Do NOT delay!<br />
Oh God! Oh God! I cannot see!<br />
My eyes are Blind! Am I still Me<br />
Or has my soul been led astray,<br />
And forced to pay a Priceless Fee<br />
Alas to Dust we all return,<br />
Some shall rejoice, while others burn,<br />
If only I knew that before<br />
The line grew short, and came my Turn!<br />
And now, as beneath the sod<br />
They lay me (with my record flawed),<br />
They cry, not knowing I cry worse,<br />
For, they go home, I face my God!<br />
Oh mark the words that I do say,<br />
Who knows, Tomorrow could be your Day,<br />
At last, it comes to Heaven or Hell<br />
Decide which now, Do NOT delay !<br />
Come on my brothers let&#8217;s pray<br />
Decide which now, do not delay &#8230;.</p>
<p>Courtesy of Bukhatir.org</p>
<p>dan untuk mp3 lagunya, silakan di download : <a href="http://www.4shared.com/audio/IPq7Bk2D/15_Last_Breath.html" target="_blank">Last Breath</a></p>
<p>sekali lagi, maaf jika tulisan saya kali ini lebih terkesan seperti curhat sampah nan busuk. maaf..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.inilahjalanku.com/sebuah-renuangan-untuk-kita-kawan-renungan-tentang-kematian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Mualaf : Ismail, Prosedur Pengampunan Dalam Islam Sungguh Masuk Akal</title>
		<link>http://www.inilahjalanku.com/kisah-mualaf-ismail-prosedur-pengampunan-dalam-islam-sungguh-masuk-akal/</link>
		<comments>http://www.inilahjalanku.com/kisah-mualaf-ismail-prosedur-pengampunan-dalam-islam-sungguh-masuk-akal/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 May 2011 08:06:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>code4769</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dongeng]]></category>
		<category><![CDATA[Islami]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.inilahjalanku.com/?p=386</guid>
		<description><![CDATA[REPUBLIKA.CO.ID, &#8220;Saya menjadi Muslim sebab ada banyak alasan baik, namun yang terpenting, saya ingin dekat dengan Tuhan dan menerima pengampunan dan penyelamatan abadi,&#8221; tulis Ismail Abu Adam di akun YouTube miliknya. Padahal jauh sebelum menyatakan itu, Ismail yang awalnya penganut Kristen taat, ingin melakukan misi penginjilan ke komunitas Muslim yang selama ini ia pikir harus <a href='http://www.inilahjalanku.com/kisah-mualaf-ismail-prosedur-pengampunan-dalam-islam-sungguh-masuk-akal/'>[...]</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">REPUBLIKA.CO.ID, &#8220;Saya menjadi Muslim sebab ada banyak alasan baik, namun yang terpenting, saya ingin dekat dengan Tuhan dan menerima pengampunan dan penyelamatan abadi,&#8221; tulis Ismail Abu Adam di akun YouTube miliknya. Padahal jauh sebelum menyatakan itu, Ismail yang awalnya penganut Kristen taat, ingin melakukan misi penginjilan ke komunitas Muslim yang selama ini ia pikir harus diselamatkan.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Saya lahir besar sebagai Kristen. Tetapi dasar saya adalah Katholik Roma,&#8221; kata Ismail. &#8220;Saya selalu meyakini Yesus adalah Tuhan dan saya berikan hidup saya kepadanya,&#8221; tuturnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ismail meyakini Yesus adalah penyelamat dan ia juga mempercayai peristiwa kematian, penyaliban hingga kebangkitan Yesus. &#8220;Juga konsep dosa asal,  seratus persen semua itu saya yakini sebagai kata-kata tuhan,&#8221; ungkap Ismail.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai penganut taat, ia pergi ke gereja setiap minggu dan aktif dalam kegiatan peribadatan. Bahkan ia kerap mengkotbahi teman-temanya dan mengajak mereka yang beberbeda keyakinan untuk mempercayai agama yang ia anut.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada awal usia 20-an, Ismail mulai tertarik melebarkan kotbah ke umat Muslim. &#8220;Saya besar, tinggal di Amerika Utara. Di sana saya sangat jarang bertemu Muslim, yang ada hanyalah kaukasia dan kristen, jadi saya ingin menyakskan Kristen bisa disebarkan ke komunitas Muslim,&#8221; ujarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum benar-benar turun ke lapangan dan bersentuhan langsung dengan Muslim, Ismail memutuskan mengawali dari dunia maya. Ia mencoba mencari celah bagaimana Kristen bisa disebarkan lewat media tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika menelusuri internet itulah ia menemukan dan menyaksikan video yang ia anggap menarik; debat antara seorang Muslim dan penginjil. Muslim itu dari Afrika Selatan bernama Ahmad Deedat. Lewat debat, Ismael menyadari bila ia sangat paham injil. &#8220;Ia selalu menang dan mampu mematahkan serta membuat sanggahan jitu terhadap penginjil dari setiap aspek,&#8221; tutur Ismael.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ia mematahkan argumen bahwa dosa asal itu tidak ada, bahwa Kristen bukan kata-kata Tuhan, serta menunjukkan bahwa Kristen adalah doktrin yang salah karena dibuat oleh intepretasi selip, sudah mengalami fabrikasi, modifikasi ditambah dan juga dikurangi oleh penulisnya,&#8221; kata Ismail lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Dedat, menurut Ismail, juga menyinggung doktrin trinitas, kebangkitan, penyaliban. &#8220;Terasa betul argumen lawan (penginjil-red) sangat lemah dan mudah dipatahkan. Harus saya akui, jujur saya tidak suka Ahmad Deedat saat itu,&#8221; ungkap Ismail.</p>
<p><span id="more-386"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Ia bahkan frustasi dengan pembicara dari kubu Kristen. &#8220;Ia memegang gelar PhD di bidang teologi Kristen, tapi ia tak bisa mematahkan balik argumen Ahmad Deedat yang hanya bicara sendiri dan hanya didukung oleh Al Qur&#8217;an.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Saat itu Ismael berpikir Deedat tentu menggunakan Injil untuk membantah doktrin Kristen. Ia pun tergugah untuk mempelajari Kristen lebih lanjut dengan semangat kelak ia akan membantah argumen-argumen Ahmad Deedat.</p>
<p style="text-align: justify;">Ismael mengaku tipe orang dengan pemikiran skeptis. &#8220;Saya sulit percaya dan meyakini sesuatu jadi saya perlu memelajari dan menyelediki sendiri untuk memahami dan meyakini sesuatu,&#8221; ujarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat memutuskan  untuk lebih mendalami Kristen ia memilih dari prespektif Islam. &#8220;Sebelumnya saya tak pernah melakukan itu, memelajari Kristen dari prespektif selain Kristen dan Deedat benar-benar mengonfrontasi pemahaman saya,&#8221; ungkap Ismail.</p>
<p style="text-align: justify;">Ismail pun mengkaji Injil dan doktrin Kristen dari Islam.  Ia memelajari keabadian, konsep trinitas, penyaliban Yesus, konsep juru selamat hingga kebangkitan, dosa asal. &#8220;Apakah benar injil adalah kata-kata tuhan,&#8221; tuturnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika mendalami Al Qur&#8217;an Ismail menyadari bahwa argumen Deedat ternyata benar. &#8220;Saya tiba-tiba merasa berada di jalan yang salah. Kristen bukanlah kata-kata Tuhan. Ini benar-benar sebuah tamparan keras bagi saya&#8221; kata Ismail.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Saya telah menganut Kristen bertahun-tahun, saya lahir sebagai Kristen dan menjadi seorang Katholik selama 20 tahun, tiba-tiba semua yang saya yakini berbalik dari atas ke bawah. Tentu ini merupakan guncangan besar,&#8221; tuturnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat itu belum timbul keinginan Ismail untuk menjadi Muslim. &#8220;Yang saya inginkan saat itu mengetahui secara mendasar kebenaran sesungguhnya,&#8221; ungkapnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Islam pun mulai ia pejalari. Dari sana ia memahami Muslim hanya mempercayai satu tuhan dalam konsep bernama tauhid. Monoteisme, itulah kesimpulan yang ia peroleh dari agama Islam. &#8220;Mereka memanggil tuhan dengan Allah, mereka percaya Yesus adalah nabi, seorang messiah yang mengabarkan kebenaran saat dibangkitkan lagi, itu juga keyakinan besar yang saya anut,&#8221; kata Ismail.</p>
<p style="text-align: justify;">Lebih dalam mengkaji, Ismael menemukan konsep pengampunan dan penyelamatan Tuhan. Ia memahami pengampunan dalam Islam diperoleh dengan cara beriman kepada Tuhan, melakukan ajaran-Nya dan berbuat kebaikan sebagai wujud iman.</p>
<p style="text-align: justify;">Ismail juga mengetahui bahwa Muslim mempercayai ada nabi setelah Isa yakni Muhammad. &#8220;Mereka meyakini itu sebagai kata-kata Tuhan dan semua ada dalam kitab yakni Al Qur&#8217;an,&#8221; ujarnya. &#8220;Ini sesuatu yang baru bagi saya. Saya pernah tahu Islam, tapi tidak mendetail.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Saat itu Ismail mengaku mulai muncul rasa suka terhadap Islam. &#8220;Muslim mempercayai keberadaan Yesus. Bagi saya itu adalah sebuah tautan antara Islam dan Kristen dan itu membuat saya merasa nyaman. Saya seperti menemukan batu pijakan,&#8221; tutur Ismael.</p>
<p style="text-align: justify;">Begitu mengetahui bagaimana Muslim meyakini Tuhannnya, bagaimana Nabi diutus membawa pesan, Ismail merasa dilahirkan untuk mempercayai itu. Ia pun memutuskan pergi ke masjid. &#8220;Saat itu saya pindah ke kota kecil dan di kota itu ada sebuah masjid. Saya ketuk pintunya dan berkata saya ingin berbicara dengan seseorang tentang Islam,&#8221; tutur Ismail.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah itu Ismail rutin meyambangi masjid tersebut saban minggu untuk berdiskusi dengan seorang imam di sana. Sang imam memberinya buku-buku bacaan tentang Islam dan juga biografi Rasul Muhammad. saw. &#8220;Ia meladeni dan menjawab semua pertanyaan-pertanyaan saya,&#8221; kata Ismail.</p>
<p style="text-align: justify;">Hingga suatu hari, sang Imam berkata kepadanya &#8220;Saya tidak ingin kamu menjadi Muslim kecuali kamu benar-benar yakin dengan agama ini.&#8221; Mendengar itu Ismael lagi-lagi mengaku terkejut. &#8220;Selama saya menjadi Kristen saya selalu bertemu kotbah dan juga berkotbah untuk mengajak seseorang menjadi Kristen. Setiap Kristen selalu mencoba mempengaruhi seseorang menjadi Kristen,&#8221; tuturnya. &#8220;Hampir tidak mungkin Kristen berkata, &#8216;Saya tidak ingin kamu menjadi Kristen kecual kamu yakin dan kembalilah kepada saya jika kamu sudah yakin&#8217;.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Ismail justru tertantang dengan ucapan sang imam. Apakah ini memang jalan sesungguhnya? &#8220;Ini justru menggelitik saya untuk mengetahui apakah Islam itu memang yang benar, yang harus diyakini? Sungguh tak ada yang memaksa saya untuk menjadi Muslim,&#8221; tuturnya. &#8220;Saya melihat dalam Islam terdapat kebenaran dan itu tampak jelas sebagai cara hidup yang diinginkan Tuhan bagi saya,&#8221; ujarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika Ismail mengingat Injil kembali, justru ia menemukan fakta Yesus yang diyakini sebagai tuhan tak pernah mengklaim dirinya adalah tuhan dan menyeru pengikutnya untuk menyembahnya. Membandingkan lebih jauh lagi, dalam Al Qur&#8217;an, Ismail menemukan janji pengampunan Allah akan diberikan bagi orang yang beriman, namun di Injil, kata &#8216;janji&#8217; itu tak ada.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Pengampunan dan penyelamatan diberikan Allah karena Ia mencintaimu, karena engkau bertobat, beriman kepadanya dan melakukan apa yang ia kehendaki. Itu sungguh jelas dan sederhana,&#8221; kata  Ismail. Sementara di Kristen, menurut Ismail, penyelamatan cukup sulit bagi pemeluknya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Pertama anda harus meyakini dahulu peristiwa pembunuhan kejam dan penyaliban seseorang yang tak berdosa, di mana darah ditumpahkan demi menyelamatkan dosa anda. Anda diciptakan dengan dosa asal. Tuhan menempatkan diri anda di dunia bersama dosa dalam hati atau jiwa anda. Semua itu justru tidak mencerminkan keadilan Tuhan,&#8221; paparnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ismail menilai pengampunan dan penyelamatan di Islam lebih masuk akal. &#8220;Pengampunan adalah milik Tuhan, pemberian Tuhan karena cinta, karena kita meminta kepada-Nya, karena kita meyakini-Nya,&#8221; ujarnya. &#8220;Memang di Injil juga ada kata-kata yang mengandung kebenaran. Tetapi Islam lebih superior dan secara logika benar. Bagi saya itu sangat mengagumkan,&#8221; imbuhnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Padahal selama ini Ismail selalu membayangkan Islam sebagai agama kekerasan, seperti menganjurkan pembunuhan. &#8220;Tapi ketika saya membaca Al Qur&#8217;an saya menemukan banyak ketenangan, kalimat mengandung kedamaian, kesunyian dan pencerahan. Karena itulah saya memutuskan untuk menjadi seorang Muslim.</p>
<p style="text-align: justify;">Kini Ismael meyakini Allah adalah tuhannya dan menyerahkan seluruh hidupnya kepada-Nya. &#8220;Ia adalah raja sekaligus penyelamat saya di dunia dan akhirat. Dengan ini saya pun meyakini Yesus membenarkan ajaran Yesus sebagai seorang Muslim,&#8221; ujarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat ini Ismael mengambil disiplin Kajian Islam di perguruan tinggi. Dalam sepuluh tahun terakhir ia telah bepergian ke enam negara bermayoritas Muslim dan membaca puluhan buku-buku tentang Islam dan Perbandingan Agama. Ia bahkan sudah cukup fasih untuk berbincang dalam Bahasa Arab. Dalam akun YouTube-nya Ismail menulis, &#8220;Saya mencintai Allah karena Ia yang pertama kali mencintai saya.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><em>sumber : http://mualaf.com/kisah-a-pengalaman/muallaf-foreigner/5727-ismail-prosedur-pengampunan-dalam-islam-sungguh-masuk-akal</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.inilahjalanku.com/kisah-mualaf-ismail-prosedur-pengampunan-dalam-islam-sungguh-masuk-akal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Mualaf : Hidayah Datang Saat Myrto Menghadiri Pemakaman Teman</title>
		<link>http://www.inilahjalanku.com/kisah-mualaf-hidayah-datang-saat-myrto-menghadiri-pemakaman-teman/</link>
		<comments>http://www.inilahjalanku.com/kisah-mualaf-hidayah-datang-saat-myrto-menghadiri-pemakaman-teman/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 May 2011 07:45:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>code4769</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dongeng]]></category>
		<category><![CDATA[Islami]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.inilahjalanku.com/?p=384</guid>
		<description><![CDATA[Hidayah Datang Saat Myrto Menghadiri Pemakaman Teman REPUBLIKA.CO.ID, &#8220;Pertanyaan itu saling berbalapan dalam pikiranku. Apakah ini akan membuatku menjadi seorang Muslim? Apa arti berislam setelah semua? Begitu gampangkah menjadi seorang Muslim? Dan apa yang terjadi setelah itu? Bagaimana jika aku menyesal?&#8221; ujar Myrtho, menceritakan apa yang berkecamuk dalam benaknya beberapa menit menjelang bersyahadat. Bagi Myrto <a href='http://www.inilahjalanku.com/kisah-mualaf-hidayah-datang-saat-myrto-menghadiri-pemakaman-teman/'>[...]</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<h2 style="text-align: center;">Hidayah Datang Saat Myrto Menghadiri Pemakaman Teman</h2>
<p style="text-align: justify;">
<p><span> </span><span> </span></div>
<p><span> <a href="http://mualaf.com/kisah-a-pengalaman"> </a></span><span><a href="http://mualaf.com/kisah-a-pengalaman/muallaf-foreigner"></a> </span></p>
<p><span> </span></p>
<p style="text-align: justify;">REPUBLIKA.CO.ID, &#8220;Pertanyaan itu  saling berbalapan dalam pikiranku. Apakah ini akan membuatku menjadi  seorang Muslim? Apa arti berislam setelah semua? Begitu gampangkah  menjadi seorang Muslim? Dan apa yang terjadi setelah itu? Bagaimana jika  aku menyesal?&#8221; ujar Myrtho, menceritakan apa yang berkecamuk dalam  benaknya beberapa menit menjelang bersyahadat.<br />
Bagi Myrto &#8212; ia menolak menyebutkan nama belakangnya &#8212; menemukan agama  bukan terjadi dalam semalam. &#8220;Aku butuh waktu hampir sembilan tahun  untuk percaya bahwa sebenarnya ada Tuhan dan memilih Islam sebagai cara  untuk menyembah Dia,&#8221; katanya.</p>
<p>Myrto memiliki kehidupan yang  sangat keras. Ia mempunyai pengalaman traumatis pribadi yang membuatnya  kerap frustrasi. Lari pada agama seperti yang disarankan banyak orang  padanya? Nonsense. &#8220;Aku hampir sepenuhnya menolak kehadiran Tuhan atau  apapun namanya dalam hidupku,&#8221; katanya.</p>
<p>Hingga suatu hari, ia  menghadiri pemakaman temannya. Sang pendeta di akhir ceramahnya berkata,  &#8220;Istirahatlah dengan tenang, dan abaikan semua dosa.&#8221;</p>
<p>&#8220;Meskipun  aku benar-benar tidak puas oleh perilaku agamawan di Yunani dan masih  terngiang-ngiang kata-kata pendeta di pemakaman, aku memutuskan untuk  mulai membaca tentang agama,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia mulai meneliti agama  Kristen dan terutama Dogma Ortodoks, juga Yudaisme, dan Budha sebelum  akhirnya Islam. &#8220;Aku mulai secara bertahap percaya pada Tuhan, imanku  pada Tuhan menjadi kuat seiring waktu, walau aku belum memilih, akan  memuja Tuhan dengan agama apa,&#8221; katanya.<br />
<span id="more-384"></span><br />
Ketika makin dalam  belajar, banyak pertanyaannya yang jawabannya ada dalam ajaran Islam.  &#8220;Islam berarti perdamaian dan Muslim berarti orang yang menawarkan  dirinya kepada Allah saja, tanpa penyesalan atau keuntungan pribadi,&#8221;  ujarnya.</p>
<p>Ia juga menemukan anggapan publik Yunani tentang  beberapa simbol Islam, ditafsirkan secara salah. Misalnya saja, karena  kirabnya menggunakan bahasa Arab, maka hanya ditujukan untuk orang Arab.  Atau simbol bulan sabit yang diartikan sebagai simbol mandi darah dan  balas dendam. &#8220;Bulan sabit merupakan peringatan bahwa orang Muslim  menghitung waktu berdasarkan bulan, bukan matahari,&#8221; ujarnya.</p>
<p>keinginannya  berislam semakin mantap ketika ia meneruskan studi ke Inggris.  Sumber-sumber mempelajari Islam banyak dijumpai di negara ini. &#8220;Aku  bertemu banyak Muslim, membaca lebih beragam literatur, menonton film  dokumenter, menghadiri ceramah Islam, pergi ke museum Islam, dan  menghadiri kelas Islam,&#8221; katanya.</p>
<p>Maka bulat hati, ia  bersyahadat, namun dengan syarat. &#8220;Aku memutuskan untuk memulai hidup  sebagai seorang Muslim untuk jangka waktu tertentu, untuk melihat apa   apakah itu benar-benar begitu sulit. Seperti yang dinyatakan dalam  Quran, pria dan wanita diciptakan sama-sama memiliki kehendak bebas  untuk mereka sendiri,&#8221; katanya.</p>
<p>Apa artinya hidup sebagai  seorang Muslim? Apakah harus mengenakan abaya dan niqaab? Haruskah  berdoa 10 kali sehari? Bagaimana dengan puasa ketat selama bulan  Ramadhan? Terus, tinggal di rumah dan memiliki banyak anak? Menghindari  segala macam pengalaman yang menyenangkan kalau-kalau Anda melakukan  sesuatu yang terlarang? Pertanyaan itu terus berputar.</p>
<p>Hingga  akhirnya ia menemukan: Islam bukanlah sistem yang ketat aturan atau  semacam penjara. &#8220;Islam menuntun untuk mlakukan perbuatan baik setiap  hari, berusaha untuk menghindari tindakan buruk, berdoa sebanyak yang  Anda bisa, puasa sebanyak yang Anda bisa, menunjukkan cinta dan kasih  sayang, selalu berjuang untuk memperbaiki diri sendiri, maju dan  berkembang dalam pengetahuan hari demi hari, mencoba melakukan yang   terbaik setiap hari, hanya inilah yang diperlukan untuk menjadi seorang  Muslim,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia memperbaharui syahadatnya. Kini, Myrto  telah kembali ke Yunani dan menikah dengan seorang Muslim Inggris. &#8220;Aku  menyadari bahwa saya bisa hidup sebagai seorang Muslim, aku hanya  mengubah cara dan frekuensi doa, berhenti makan daging babi atau minum  alkohol, dan kini aku memakai jilbab. Itu saja.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><em>sumber:http://mualaf.com/kisah-a-pengalaman/muallaf-foreigner/5731-hidayah-datang-saat-myrto-menghadiri-pemakaman-teman</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.inilahjalanku.com/kisah-mualaf-hidayah-datang-saat-myrto-menghadiri-pemakaman-teman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Akibat Memperlakukan Seorang Ibu Sebagai Pembantu Bagi Dirinya</title>
		<link>http://www.inilahjalanku.com/akibat-memperlakukan-seorang-ibu-sebagai-pembantu-bagi-dirinya/</link>
		<comments>http://www.inilahjalanku.com/akibat-memperlakukan-seorang-ibu-sebagai-pembantu-bagi-dirinya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 May 2011 07:21:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>code4769</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dongeng]]></category>
		<category><![CDATA[Islami]]></category>
		<category><![CDATA[adab]]></category>
		<category><![CDATA[akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.inilahjalanku.com/?p=381</guid>
		<description><![CDATA[Seorang anak berlaku kasar kepada ibunya. Dia tidak hanya suka teriak-teriak di wajahnya, akan tetapi suka mencaci dan memakinya. Ibunya yang telah tua, seringkali berdoa kepada Allah ta&#8217;ala agar Allah meringankan kekerasan dan kekejaman anaknya. Dia menjadikan ibunya sebagai pembantu yang membantu dan mengurusi segala kebutuhannya, sedangkan ibunya sendiri tidak membutuhkan pengurusan dan bantuannya. Betapa <a href='http://www.inilahjalanku.com/akibat-memperlakukan-seorang-ibu-sebagai-pembantu-bagi-dirinya/'>[...]</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Seorang anak berlaku kasar kepada  ibunya. Dia tidak hanya suka teriak-teriak di wajahnya, akan tetapi suka  mencaci dan memakinya. Ibunya yang telah tua, seringkali berdoa kepada  Allah ta&#8217;ala agar Allah meringankan kekerasan dan kekejaman anaknya. Dia  menjadikan ibunya sebagai pembantu yang membantu dan mengurusi segala  kebutuhannya, sedangkan ibunya sendiri tidak membutuhkan pengurusan dan  bantuannya. Betapa sering air matanya mengalir di kedua pipinya, berdoa  kepada Allah ta&#8217;ala agar memperbaiki belahan hatinya dan memberikan  hidayah kepada hatinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada suatu hari dia menemui ibunya dengan raut wajah kejahatan yang  terlihat dari kedua matanya. Dia berteriak-teriak di wajah ibunya,  &#8220;Apakah ibu belum menyiapkan makanan juga?&#8221; Dengan segera ibunya  mempersiapkan dan menghidangkan makanan untuknya. Akan tetapi tatkala  dia melihat makanan yang tidak dia suka, maka dia melemparnya ke tanah.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia marah dan berucap, &#8220;Sungguh, aku kena musibah dengan wanita yang  sudah tua renta, aku tidak tahu, kapan aku bisa berlepas diri darinya.&#8221;  Ibunya menangis seraya berkata, &#8220;Wahai anakku, takutlah kamu kepada  Allah terhadapku. Tidakkah kamu takut kepada Allah? Tidakkah kamu takut  akan murka dan kemarahanNya?&#8221; Karena mendengar kata-kata ibunya, maka  kemarahannya pun memuncak, dia memegang baju ibunya dan mengangkatnya.  Dia mengguncang-guncang ibunya dengan kuat seraya menghardik, &#8220;Dengar,  aku tidak mau dinasihati. Bukan aku yang mesti dibilang harus bertakwa  kepada Allah.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu dia melempar ibunya. Ibunya jatuh tersungkur. Tangisnya  bercampur dengan tawa anaknya yang penuh dengan kepongahan seraya  mengatakan, &#8220;Ibu pasti akan mendoakan kecelakaan bagiku. Ibu mengira  Allah akan mengabulkannya.&#8221; Kemudian dia keluar rumah sambil  mengolok-olok ibunya. Sementara sang ibu, dia berlinangan air mata  kesedihan, menangis siang dan malam tiada henti.<br />
<span id="more-381"></span><br />
Adapun anaknya, dia lalu menaiki mobilnya. Bergembira dan bersuka  cita sambil mendengarkan musik. Dia kencangkan volume tapenya. Dia lupa  akan apa yang telah dia perbuat terhadap ibunya yang malang. Dia  meninggalkan ibunya dalam keadaan bersedih hati sendirian, hatinya  menelan rasa sakit, mengalami kesedihan yang sangat mendalam.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia punya acara ke luar kota. Tatkala mobilnya melaju di jalan raya  dengan kecepatan membabi buta, tiba-tiba ada seekor unta berada di  tengah jalan. Dia terguncang dan kehilangan keseimbangan. Dia mencoba  untuk menguasai keadaan, akan tetapi tidak ada jalan keluar dari takdir.  Dalam kecelakaan itu, ada potongan besi mobil yang masuk ke dalam  perutnya, akan tetapi dia tidak langsung tewas. Allah ta&#8217;ala  menangguhkan kematiannya. Dia berpindah dari operasi satu ke operasi  yang lain, hingga akhirnya terbaring di tempat tidur, tidak bisa  bergerak sama sekali. (Aqibah Uquq al-Walidain, hal. 69-71.)</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Sumber : http://www.alsofwah.or.id/index.php?pilih=lihatkisah&amp;id=253</em></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Diposting oleh </strong>: Abu Thalhah Andri  Abdul Halim, dinukil dari : <em>“Sungguh Merugi Siapa yang Mendapati  Orang Tuanya Masih Hidup Tapi Tidak Meraih Surga”</em>, karya : Ghalib  bin Sulaiman bin Su&#8217;ud al-Harbi. Edisi terjemah cet. Pustaka Darul Haq  Jakarta.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.inilahjalanku.com/akibat-memperlakukan-seorang-ibu-sebagai-pembantu-bagi-dirinya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seorang Muslim dan Pemikirannya tentang Kebahagiaan</title>
		<link>http://www.inilahjalanku.com/seorang-muslim-dan-pemikirannya-tentang-kebahagiaan/</link>
		<comments>http://www.inilahjalanku.com/seorang-muslim-dan-pemikirannya-tentang-kebahagiaan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Jan 2011 17:33:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>code4769</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dongeng]]></category>
		<category><![CDATA[Islami]]></category>
		<category><![CDATA[adab]]></category>
		<category><![CDATA[akhirat]]></category>
		<category><![CDATA[akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.inilahjalanku.com/?p=331</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum menginjak pada siapa seorang muslim dan apa itu kebahagiaan, maka berpikir tentang pemikiran adalah jalan awalnya. Apa itu pemikiran dan bagaimana macamnya hal itu disebut. Malik bin Nabi, seorang Aljazair dalam tulisannya, musykilat al-Afkar fi al-`Alam al-Islami memberikan definisi yang bagus tentang apa itu pemikiran dan bagaimana macamnya. Dia membagi pemikiran dengan tiga tahap <a href='http://www.inilahjalanku.com/seorang-muslim-dan-pemikirannya-tentang-kebahagiaan/'>[...]</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelum menginjak pada siapa seorang muslim dan apa itu kebahagiaan, maka berpikir tentang pemikiran adalah jalan awalnya. Apa itu pemikiran dan bagaimana macamnya hal itu disebut. Malik bin Nabi, seorang Aljazair dalam tulisannya, musykilat al-Afkar fi al-`Alam al-Islami memberikan definisi yang bagus tentang apa itu pemikiran dan bagaimana macamnya. Dia membagi pemikiran dengan tiga tahap perkembangan. Tahap pertama; tahap benda-benda/ tahap materialism, tahap kedua; tahap dunia pribadi/ tahap eksistensialism, tahap ketiga; tahap pemikiran menyeluruh/ tahap yang bersifat ilahiyun.</p>
<p>            Anda bertanya kenapa kita harus berpikir dulu, dan saya menjawab bahwa berpikir itu sangat diperlukan untuk proses menemukan. Ketika Anda masih tetap mendesak saya, maka saya akan menjawabnya dari sebuah ayat al-Qur`an –semoga hal ini menenangkan Anda-, Katakanlah, “Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi?” (QS. Yunus: 101). Hal ini penting bagi Anda, karena memperhatikan; hingga akhirnya, menghayati, mendalami, sampai juga memikirkan, adalah perintah Tuhan Anda kepada Anda. Saya tak perlu jauh-jauh sebenarnya, ketika Anda membaca tulisan ini, yaitu sebuah usaha sederhana dari berpikir, maka hal itu sudah disebutkan dalam al-Qur`an untuk Anda kerjakan, Bacalah! (QS. Al-`Alaq: 1).</p>
<p>            Saya mohon, biarlah saya kembali mengulas apa itu tahap-tahap pemikiran, dan kenapa hal itu dibutuhkan di sini. Kebahagiaan adalah simbiosa –bagi saya- antara dua hal, psike-jiwa dan ratio-akal manusia, yang ditopang atas materi-jasad mereka. Bila Anda masih belum merasa lega, maka ada baiknya Anda perhatikan bagaimana setidaknya disebut lima kali posisi akal dalam al-Qur`an, dan juga beberapa kali penyebutan untuk menunjuknya sebagai proses berpikir. Al-Qur`an mendedikasikan dirinya untuk akal dengan adanya pelarangan minum khamr; segala hal yang memabukkan, karena dalam khamr tersebut posisi akal dipertaruhkan: seseorang tak mampu lagi membedakan mana baik mana buruk darinya.<br />
<span id="more-331"></span><br />
            Mampukah akal menjadi sebuah instrument pengetahuan? Dan Allah mengeluarkan  kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui apapun, Dan dia memberimu pendengaran, penglihatan, dan hati, agar kamu bersyukur. (QS. An-Nahl: 78). Memperjelas sekalian bahwa melalui ayat ini kita tahu bahwa dalam mendapatkan pengetahuan Allah telah membekali kita indra sekaligus hati (fu`ad, baca juga: akal). Menolak anggapan Plato yang mendasarkan bahwa pengetahuan hanya pada wilayah ide, akal an sich, sekaligus menolak anggapan kamu eksperimentalis yang mengandaikan bahwa pengetahuan hanyalah berasal dari sesuatu yang bersifat inderawi belaka. (Ada baiknya Anda membaca Falsafatuna, Our Philosophy; Allamah Muhammad Baqir Ash-Shadr, Seyyed Hussein Nashr menyebutnya sebagai: …amat jarang perhatian diberikan kepada respon intelektual yang muncul dari tempat-tempat tertentu terhadap tantangan-tantangan modernism, dan yang memberikan jawaban Islami bukan dengan semata-mata memekikkan slogan-slogan tetapi dengan menggali kekayaan tradisi intelektual Islam dan menggunakan logika dan nalar seperti diperintahkan Al-Qur`an. Buku ini termasuk dalam kategori terakhir ini.)</p>
<p>            Kebahagian jelas bukan hanya bagian dari sisi psike-jiwa seseorang saja. Kebahagiaan adalah aspek menyeluruh yang mampu dipikirkan, hal itu yang pertama kali harus kita ketahui. Bila Anda tak berbahagia, dan kemudian menyandarkan kebahagiaan Anda kepada agama tanpa Anda ketahui apa yang sedang Anda lakukan selain hanya memang mencari kebahagiaan darinya, maka Anda adalah seorang yang sedang berlari dari kenyataan. Tentu hal ini sah-sah saja, namun permasalahan agama tidak hanya perihal apakah Anda harus bahagian ataukah tidak, maksud saya tidak hanya bersifat psikologis an sich seperti itu. Ada aspek menyeluruh tentangnya, yang pos-posnya pun harus dipenuhi secara menyeluruh, akhirnya itulah kebahagiaan total, bukan pseudo-kebahagiaan seperti yang saya sebutkan sebelumnya. Bila hanya ingin berbahagia secara parsial seperti itu, maka tidak beragama pun seseorang bisa menjalaninya; dan saya teringat seorang teman yang pernah mengatakan kepada saya, “saya selalu bisa menciptakan sendiri kebutuhan bagi jiwa ketika bersedih”, ungkapnya, “dan semua peran-peran lain yang dimiliki agama saya bisa ciptakan sendiri”. Apakah saya meragukan hal ini, jelas sama sekali tidak. Bagi saya teman tadi adalah seorang yang jujur, hingga di titik dia menyebut tidak mempercayai Tuhan atas masa pencariannya tersebut.</p>
<p>            Maka akan saya jelaskan tentang kebahagiaan tahap pertama; tahap benda-benda/ tahap materialism dan pemikiran yang melandasinya. Pemikiran materialism bermula saat seseorang menganggap bahwa pengetahuan hanya bisa terjadi melalui sesuatu yang tercerap, sesuatu yang inderawi; dan hal ini jauh sebelum ini kita tolak karena pengetahuan tidak sekerdil itu. Hingga karenanya, maka madzhab ini mengandaikan bahwa kebahagiaan hanya mampu diperoleh dengan hal-hal yang bersifat materi. Anda berbahagia karena Anda telah selesai makan enak hari ini, Anda telah mengenyangkan perut Anda pada satu titik, dan makanan enak terkecap di indra perasa Anda; Anda sudah merasa bahagia karenanya. Ini seperti terjadi pada masa balita kita yang bagaimana kesenangan kita hanya karena terpenuhinya semua hal yang bersifat materi pada diri kita. Kita haus, kita akan menangis. Lapar menangis. Apa-apa kita menangis sebelum, the other, bisa ibu kita memberikan apa yang kita mau, berupa materi yang kita butuhkan. Penganut madzhab ini tak akan puas sebelum apa yang bisa dia miliki, belum dapat dia miliki. Namun apakah akhirnya ketika semua pemenuhan materi ini dapat mereka temukan, maka mereka menemukan kata selesai dari sebuah kebahagiaan??? Maka pengalaman lain menolak anggapan tersebut, di Negara-negara maju pemuja bendawi, sesuatu yang terlihat adalah bunuh diri yang meningkat. Kenapa mereka bunuh diri dan apa sebabnya, menjadi bidang kajian yang terus saja menuntut perhatian para ahli. Kenapa cukupnya kebutuhan indrawi mereka masih memberikan banyak pertanyaan yang patut disampaikan, apakah benar mereka bahagia?</p>
<p>            Tahap kedua; tahap dunia pribadi/ tahap eksistensialism, dan pemikiran yang melandasinya. Lebih jauh dari materialism, maka eksistensialisme mempunyai usaha untuk memberikan makna lebih dari sekedar materi. Armahedi Azhar menyebutnya sebagai kemampuan memilih pilihan moral dan estetik atau kebebasan manusia sebagai puncak kebahagiaan. Seseorang esksistensialist menyebut dirinya sebagai, apapun itu aku tak menemukan sesuatu yang selain aku, saat ia dihadapkan dengan agama. Aku telah menjadi pusat atas segala sesuatu, terserah-serah diriku. Sartre menyebutnya otentitas dirimu; otentic. Saya tak berani men-judge siapapun dalam hal ini. Ada pengalaman yang mengkhawatirkan ketika saya pernah salah menulis tentang mereka (saya pernah menulis tentang mereka dengan gagasan; memang tiada tuhan; gaya Sarter vis a vis Camus). Namun dalam madzhab ini, subyektifitas menjadi masalahnya. Rentan subyektif, demikian hemat saya. Padahal kebenaran adalah obyektif, dengan adanya dirinya, bukan subyektif, bukan apa yang gue bilang, bukan apa juga yang loe bilang; kebenaran adalah kebenaran dengan apa adanya dirinya, dan ini ada. Inilah yang banyak terjadi, dan menjadi trendsetter pemikiran saat-saat ini. Chaos tersendiri terjadi karenanya, hukum tidak melahirkan keadilan adalah salah satu derivasinya. Tidak terjadi dengan adanya dirinya adalah kekeringan lain dalam madzhab pemikiran ini. Seseorang bisa saja bahagia dengan madzhabnya ini, namun entahlah juga bila yang ia pikirkan tentang kebahagiaannya adalah kebahagiaan yang subyektif bagi dirinya. Lihat kembali dengan apa yang saya sampaikan tentang teman saya di atas; saya selalu bisa menciptakan sendiri kebutuhan bagi jiwa ketika bersedih. Bagi saya kata-kata itu terkesan sangat dingin dan mencekam, kerinduan yang sangat lama kepada kebahagiaan memaksanya berucap, ketika bersedih. Ia membuat pengakuan dirinya dengan apa yang dia ucapkan; ketika bersedih, alam bawah sadarnya mengatakannya dengan jelas tentang hal itu. Sangat berbeda bila ia berkata, saya mampu membuat definisi kebahagiaan versi saya, dan kalimat ini jelas menunjukkan sikap yang lebih berkesan positif dari dalam dirinya, jauh berbalik dengan apa yang sempat ia –teman saya- ungkapkan terhadap keadaan dirinya sendiri.</p>
<p>            Tahap ketiga; tahap pemikiran menyeluruh/ tahap yang bersifat ilahiyun, dan pemikian yang melandasinya. Saya menginjakkan ke tahap ketiga untuk mencoba tidak terlalu lama di tahap-tahap sebelumnya, yang pembahasannya tak sebegitu urgent sepertihalnya ketidakpembahasannya, namun sebagai usaha pembanding, hal tersebut tetaplah perlu. Maaf, ada yang protes tentang hal ini dan mengatakan, kenapa sesuatu yang bersifat keyakinan musti berangkat dari sebuah pemikiran? Tuhan –terserah Anda akan menyeburnya sebagai terserah Anda; saya selalu menyebutnya Allah jalla wa a`la, dengan logat arab saya, a dibaca a’, Anda tahu benar tentang hal ini- dan keyakinan adalah masalah keyakinan, bukan pemikiran. Ini memang sesuatu yang sensitive dan berbuntut panjang, namun kukatakan kepada Anda, bila Anda menyebutnya sebagai keyakinan, maka apa dasar Anda untuk meyakininya. Bukalah kamus bahasa Anda, dan temukan apa itu arti ‘yakin’? Yakin jelaslah merupakan proses sebuah pemahaman, proses pengetahuan, tanpanya tidak akan mungkin Anda meyakininya, dan bila itu terjadi pada Anda, maka akan saya katakan, sepertihalnya yang pernah Syahid Murtadha katakana; keyakinan tanpa pemahaman bukanlah keyakinan. Jelas sudah, dan bagaimana Anda yakin bila Anda tidak tahu. Bila Anda masih saja keukeuh, saya tahu bahwa Anda –yang pertama- sedang membohongi diri Anda sendiri, dan –yang kedua- membohongi banyak pihak akan hal itu; karena Anda tidak mengetahui apa-apa.</p>
<p>            Tuhan tak perlu didefinisikan!? Anda sedang marah dengan hal itu, terus bila Tuhan tak perlu didefinisikan, kenapa Anda menyebutnya sebagai Tuhan. Kenapa Anda bisa menyebutkannya sebagai Tuhan, saya bertanya. Anda diam, Anda menganggap hal ini sebagai wilayah keyakinan, wilayah private seseorang. Tidak, saya jawab demikian. Acuan tertinggi saya pun mendefinisikan tentang Tuhan dengan adanya dirinya sendiri, Katakanlah, Dialah Allah yang Mahaesa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia. (QS. Al-Ikhlas: 112). Jadi kita pun perlu mendefinisakannya, acuan yang kita dapatkan membantu kita untuk memikirkannya, tidak lain tidak bukan.</p>
<p>            Pemikiran ilahiyun menyandarkan dirinya apada adagium yang tak asing, sesungguhnya kepada Allah dan kepada-Nyalah kita kembali. Disposesi inilah tawarannya –back to Falsafatuna, menjadi tawaran salah satunya tentang pemikiran ini yang lebih mendalam-. Saya ingin meneruskannya tentang kebahagiaan apa yang ditawarkan oleh mereka yang bermadzhab ini. Satu-satunya tawaran logisnya adalah memasrah, dan inilah yang tadinya kita bicarakan sejak awal, seorang muslim dan kebahagiaan. Takaran kebahagiaan adalah takaran menyerahkan sepenuhnya. Apakah mungkin hal itu terjadi? Bagaimana mungkin seorang yang menyerahkan semua apa yang ia miliki akan menjadi seorang yang berbahagia? Jawabannya adalah tergantung kepada siapa yang Anda pasrahi, bila Anda memasrahkan diri Anda pada semangat bendawi, maka Anda hanya akan diperbudak olehnya (semangat materiaslim). Atau bila Anda memasrahkan diri Anda kepada diri Anda sendiri, yang bersifat semau Anda, maka Anda akan diperbudak oleh kebebasan Anda, dibelenggu oleh kemerdekaan Anda sendiri. Kahlil Gibran dengan sangat bagus mendefinisikannya dengan, akhirnya engkau membebaskan dirimu kepada belenggu kemerdekaanmu sendiri; kebebasan yang memasungmu (semangat eksistensialism).</p>
<p>            Anda hanya bisa memasrahkan diri pada yang patut. Inna rabby `ala shirathil mustaqim, demikan kaum ilahiyun mengajarkan saya berdoa, sesungguhnya Tuhanku berada pada jalan yang lurus; bersikap Mahaadil sebagai salahsatu sikapnya, dan pula, ihdinasshirathal mustaqim (QS. Al-Fatihah: 6), tunjukilah kami jalan yang lurus.</p>
<p>            Seorang muslim mampu berbahagia dengan hidup dan semangatnya, saya mempercayai hal itu. Apakah ini sikap subyektifitas saya, maka saya menyebutnya bukan. Ini adalah analisa obyektif saya melihat perihal mereka yang begitu dalam memasrahkan dirinya. Ahlul Kisa` (Anda bisa membacanya dari al-Qur`an tentang siapa mereka, ayat-ayat al-Qur`an menyokong mereka, hingga hadist-hadist juga banyak yang menyokong mereka), saya rasa yang paling tepat menjadi figurative tepat dalam masalah ini. Akan saya tunjukkan kepada Anda, siapa saja Ahlul Kisa` yang saya sebutkan di atas, mereka adalah, Nabiyullah Muhammad shallallahu `alaihi wa alihi wassalam, sayyidah Fathimah az-Zahra, Imam Ali karamallahu wajhahu, Imam Hasan al-Mujtaba, dan Imam Husain as-Syahid. (Silakan Anda periksa kembali opini para ahli kepada mereka, dari sudut pandang pemikiran manapun, dengan syarat kajian yang obyektif tentang mereka).</p>
<p>            Ouh, akhirnya Anda menanyakannnya kepada saya, apakah saya sudah mampu berbahagia? Iya, saya akan menjawabnya, saya selalu belajar untuk berbahagia dengan dua hal; kerja keras dan cinta. Kerja keras adalah ulasan yang harus saya kerjakan, saya temukan atas dasar bahwa saya musti berpasrah pada konvensi Tuhan dan berikut dengan semua instrument-Nya –ini hanya sebutan dari penyederhanaan saya-; Tauhid, `Adalah, Nubuwwah, Imamah, Ma`ad, dan kemudian cinta sebagai bentuk ridha-Nya, cinta tertinggi yang saya terus mencoba untuk gapai adanya (tak perlu saya jelaskan derivasi cinta di sini yang begitu luas dan suci).</p>
<p>            Dalam alam aksiologi semua terpecah, saya dan kamu sudah berbeda, saya lelaki, dia perempuan, dan banyak hal; maka semuanya menimbulkan banyak friksi, percikan masalah adalah bunga-bunga alam aksiologi, tak perlu disesali adanya. Tanpa adanya bunga, maka tak akan ada keharuman kita temukan. Kiamat pun tak lebih sebuah lukisan indah yang sedang diselesaikan dalam alam ini. Acuan terakhir untuk menghadapi ini semua adalah, back to mindset Ilahiyun, memasrah. Be a good muslim. Memasrahkan semuanya dengan kesabaran dan penerimaan. Anda belum akan berpendapat sama dengan saya, dan itu sebuah pemikiran bagus, dalam mindset kami maka pemikiran adalah hal yang dengan adanya dirinya tak boleh dibelenggu oleh dan atas dasar apapun, hanya Tuhan sendiri yang boleh mengatakan hal itu atas apa adanya ia: pemikiran. Yang paling penting Anda tak boleh bohong, Anda tak boleh melakukan kecurangan terhadap apa yang sedang Anda pikirkan sekarang, dua hal itu Anda lakukan, jelaslah sekarang Anda adalah orang yang tak menemu bahagia. Anda belum seorang yang memasrahkan diri, sekaligus yang menemukan kebahagiaan, innalillahi wa inna ilaihi raji`un terhadap apa yang Anda alami sekarang. </p>
<p>by Muhammad Husain Aziz</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.inilahjalanku.com/seorang-muslim-dan-pemikirannya-tentang-kebahagiaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>universitas kehidupan</title>
		<link>http://www.inilahjalanku.com/universitas-kehidupan/</link>
		<comments>http://www.inilahjalanku.com/universitas-kehidupan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Aug 2010 03:31:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>code4769</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dongeng]]></category>
		<category><![CDATA[Islami]]></category>
		<category><![CDATA[akhirat]]></category>
		<category><![CDATA[filsafat]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.inilahjalanku.com/?p=314</guid>
		<description><![CDATA[Ketika dunia memberi 1000 alasan untuk membuat Kamu menangis … Tunjukkanlah bahwa Kamu punya 1001 alasan untuk tersenyum. Ketika dunia memberi 1000 alasan untuk membuat Kamu mengeluh … Tunjukkanlah bahwa Kamu punya 1001 alasan untuk bersyukur. Ketika dunia memberi 1000 alasan untuk membuat Kamu menyerah … Tunjukkanlah 1001 janji Allah bahwa Kamu akan Berjaya, sebab <a href='http://www.inilahjalanku.com/universitas-kehidupan/'>[...]</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika dunia memberi 1000 alasan untuk membuat Kamu menangis …<br />
Tunjukkanlah bahwa Kamu punya 1001 alasan untuk tersenyum.</p>
<p>Ketika dunia memberi 1000 alasan untuk membuat Kamu mengeluh …<br />
Tunjukkanlah bahwa Kamu punya 1001 alasan untuk bersyukur.</p>
<p>Ketika dunia memberi 1000 alasan untuk membuat Kamu menyerah …<br />
Tunjukkanlah 1001 janji Allah bahwa Kamu akan Berjaya, sebab<br />
<span id="more-314"></span><br />
Ketika kerjamu tidak dihargai,<br />
Maka saat itu Kamu sedang belajar tentang KETULUSAN.</p>
<p>Ketika usahamu dinilai tidak penting,<br />
Maka saat itu Kamu sedang belajar KEIKHLASAN.</p>
<p>Ketika hatimu terluka sangat dalam,<br />
Maka saat itu Kamu sedang belajar tentang MEMAAFKAN.</p>
<p>Ketika Kamu harus lelah &#038; kecewa,<br />
Maka saat itu Kamu sedang belajar tentang KESUNGGUHAN.</p>
<p>Ketika Kamu merasa sepi &#038; sendiri,<br />
Maka saat itu Kamu sedang belajar KETANGGUHAN.</p>
<p>Ketika Kamu harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu Kamu tanggung,<br />
Maka saat itu Kamu sedang belajar tentang KEMURAHHATIAN</p>
<p>Dunia ini terlalu hina untuk membuat Kamu menangis<br />
… Terlalu murah untuk membuat Kamu bersedih,</p>
<p>… Terlalu lemah untuk membuat Kamu putus asa</p>
<p>Tersenyumlah …<br />
Karena Kamu mendapat kesempatan &#038; sedang menimba ilmu diuniversitas kehidupan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.inilahjalanku.com/universitas-kehidupan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ARTI KESIBUKAN</title>
		<link>http://www.inilahjalanku.com/arti-kesibukan/</link>
		<comments>http://www.inilahjalanku.com/arti-kesibukan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Aug 2010 02:43:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>code4769</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dongeng]]></category>
		<category><![CDATA[Other]]></category>
		<category><![CDATA[akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.inilahjalanku.com/?p=312</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari, seorang ahli &#8216;Managemen Waktu&#8217; berbicara di depan sekelompok mahasiswa bisnis, dan ia memakai ilustrasi yg tidak akan dengan mudah dilupakan oleh para mahasiswanya. Ketika dia berdiri dihadapan mahasiswanya dia berkata, &#8220;Baiklah, sekarang waktunya kuis.&#8221;Kemudian dia mengeluarkan toples berukuran galon yg bermulut cukup lebar, dan meletakkannya di atas meja. Lalu ia juga mengeluarkan sekitar <a href='http://www.inilahjalanku.com/arti-kesibukan/'>[...]</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu hari, seorang ahli &#8216;Managemen Waktu&#8217; berbicara di depan sekelompok mahasiswa bisnis, dan ia memakai ilustrasi yg tidak akan dengan mudah dilupakan oleh para mahasiswanya. Ketika dia berdiri dihadapan mahasiswanya dia berkata, &#8220;Baiklah, sekarang waktunya kuis.&#8221;Kemudian dia mengeluarkan toples berukuran galon yg bermulut cukup lebar, dan meletakkannya di atas meja. Lalu ia juga mengeluarkan sekitar selusin batu berukuran segenggam tangan dan meletakkan dengan hati-hati batu-batu itu ke dalam toples.</p>
<p>Ketika batu itu memenuhi toples sampai ke ujung atas dan tidak ada batu lagi yg muat untuk masuk ke dalamnya, dia bertanya, &#8220;Apakah toples ini sudah penuh?&#8221; Semua siswanya serentak menjawab,&#8221;Sudah!&#8221; Kemudian dia berkata, &#8220;Benarkah?&#8221; Dialalu meraih dari bawah meja sekeranjang kerikil. Lalu dia memasukkan kerikil-kerikil itu ke dalam toples sambil sedikit mengguncang-guncangkannya, sehingga kerikil itu mendapat tempat di antara celah-celah batu-batu itu. Lalu ia bertanya kepada siswanya sekali lagi, &#8220;Apakah toples ini sudah penuh?&#8221;Kali ini para siswanya hanya tertegun. &#8220;Mungkin belum!&#8221;, salah satu dari siswanya menjawab. &#8220;Bagus!&#8221; jawabnya.<br />
<span id="more-312"></span><br />
Kembali dia meraih kebawah meja dan mengeluarkan sekeranjang pasir. Dia mulai memasukkan pasir itu ke dalam toples, dan pasir itu dengan mudah langsung memenuhi ruang-ruang kosong diantara kerikil dan bebatuan. Sekali lagi dia bertanya, &#8220;Apakah toples ini sudah penuh?&#8221; &#8220;Belum!&#8221; serentak para siswanya menjawab. Sekali lagi dia berkata, &#8220;Bagus!&#8221;</p>
<p>Lalu ia mengambil sebotol air dan mulai menyiramkan air ke dalam toples, sampai toples itu terisi penuh hingga keujung atas. Lalu si Ahli Manajemen Waktu ini memandang kepada para siswanya dan bertanya, &#8220;Apakah maksud dari ilustrasi ini?&#8221; Seorang siswanya yg antusias langsung menjawab, &#8220;Maksudnya, betapapun penuhnya jadwalmu, jika kamu berusaha kamu masih dapat menyisipkan jadwal lain ke dalamnya!&#8221;"Bukan!&#8221;, jawab si ahli, &#8220;Bukan itu maksudnya.</p>
<p>Sebenarnya ilustrasi ini mengajarkan kita bahwa JIKA BUKAN BATU BESAR YANG PERTAMA KALI KAMU MASUKKAN,MAKA KAMU TIDAK AKAN PERNAH DAPAT MEMASUKKAN BATU BESAR ITU KE DALAM TOPLES TERSEBUT.&#8221;</p>
<p>Apakah batu-batu besar dalam hidupmu? Mungkin anak-anakmu, suami/istrimu, orang-orang yg kamu sayangi, persahabatanmu, kesehatanmu, mimpi-mimpimu. Hal-hal yg kamu anggap paling berharga dalam hidupmu. Ingatlah untuk selalu meletakkan batu-batu besar tersebut sebagai yg pertama, atau kamu tidak akan pernah punya waktu untuk memperhatikannya.</p>
<p>Jika kamu mendahulukan hal-hal yangkecil dalam prioritas waktumu, maka kamu hanya memenuhi hidupmu dengan hal-halyang kecil, kamu tidak akan punya waktu untuk melakukan hal yang besar dan berharga dalam hidupmu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.inilahjalanku.com/arti-kesibukan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apakah Tuhan Menciptakan Kejahatan? (kisah nyata)</title>
		<link>http://www.inilahjalanku.com/apakah-tuhan-menciptakan-kejahatan-kisah-nyata/</link>
		<comments>http://www.inilahjalanku.com/apakah-tuhan-menciptakan-kejahatan-kisah-nyata/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Jun 2010 06:53:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>code4769</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dongeng]]></category>
		<category><![CDATA[Islami]]></category>
		<category><![CDATA[Other]]></category>
		<category><![CDATA[akhirat]]></category>
		<category><![CDATA[einstein]]></category>
		<category><![CDATA[filsafat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.inilahjalanku.com/?p=251</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah tulisan yang saya ambil dari catatan seorang teman. Menarik saya pikir. Selamat membaca&#8230; &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212; Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah kejahatan itu ada? Apakah Tuhan menciptakan kejahatan? Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan ini, &#8220;Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?&#8221;. Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, &#8220;Betul, Dia yang menciptakan <a href='http://www.inilahjalanku.com/apakah-tuhan-menciptakan-kejahatan-kisah-nyata/'>[...]</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah tulisan yang saya ambil dari catatan seorang teman. Menarik saya pikir. Selamat membaca&#8230;<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<br />
Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah kejahatan itu ada? Apakah Tuhan menciptakan kejahatan? Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan ini, &#8220;Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?&#8221;. Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, &#8220;Betul, Dia yang menciptakan semuanya&#8221;. &#8220;Tuhan menciptakan semuanya?&#8221; Tanya professor sekali lagi. &#8220;Ya, Pak, semuanya&#8221; kata mahasiswa tersebut.</p>
<p>Profesor itu menjawab, &#8220;Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan.&#8221; Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.</p>
<p>Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, &#8220;Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?&#8221;<br />
&#8220;Tentu saja,&#8221; jawab si Profesor Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, &#8220;Profesor, apakah dingin itu ada?&#8221; &#8220;Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak pernah sakit flu?&#8221; Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya. Mahasiswa itu menjawab, &#8220;Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.<!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --><br />
<script src="http://adsensecamp.com/show/?id=kFjfdNYnvtU%3D&#038;cid=TlffQoaJN%2F0%3D&#038;chan=m2Emmfw1PFc%3D&#038;type=2&#038;title=3D81EE&#038;text=000000&#038;background=FFFFFF&#038;border=FFFFCC&#038;url=2BA94F" type="text/javascript">
</script><br />
<!-- End: http://adsensecamp.com/ --><br />
<span id="more-251"></span><br />
Mahasiswa itu melanjutkan, &#8220;Profesor, apakah gelap itu ada?&#8221; Profesor itu menjawab, &#8220;Tentu saja itu ada.&#8221; Mahasiswa itu menjawab, &#8220;Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut.Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya.&#8221;</p>
<p>Akhirnya mahasiswa itu bertanya, &#8220;Profesor, apakah kejahatan itu ada?&#8221; Dengan bimbang professor itu menjawab, &#8220;Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan.&#8221;</p>
<p>Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, &#8220;Sekali lagi Anda salah, Pak. Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kajahatan. Kajahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya.&#8221;</p>
<p>Profesor itu terdiam. Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein. </p>
<p>by:isfy<!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --><br />
<script src="http://adsensecamp.com/show/?id=kFjfdNYnvtU%3D&#038;cid=TlffQoaJN%2F0%3D&#038;chan=m2Emmfw1PFc%3D&#038;type=2&#038;title=3D81EE&#038;text=000000&#038;background=FFFFFF&#038;border=FFFFCC&#038;url=2BA94F" type="text/javascript">
</script><br />
<!-- End: http://adsensecamp.com/ --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.inilahjalanku.com/apakah-tuhan-menciptakan-kejahatan-kisah-nyata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

