<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>code4769&#039;s site &#187; cinta</title>
	<atom:link href="http://www.inilahjalanku.com/tag/cinta/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.inilahjalanku.com</link>
	<description>Portal IT &#38; Islamic</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Aug 2010 03:22:20 +0000</lastBuildDate>
	<meta name="generator" content="captbbx@yahoo.com" />	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>ARTI SEBUAH CINTA</title>
		<link>http://www.inilahjalanku.com/arti-sebuah-cinta/</link>
		<comments>http://www.inilahjalanku.com/arti-sebuah-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 04:10:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islami]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.inilahjalanku.com/?p=57</guid>
		<description><![CDATA[Cinta bisa jadi merupakan kata yang paling banyak dibicarakan manusia. Setiap orang memiliki rasa cinta yang bisa diaplikasikan pada banyak hal. Wanita, harta, anak, kendaraan, rumah dan berbagai kenikmatan dunia lainnya merupakan sasaran utama cinta dari kebanyakan manusia. Cinta yang paling tinggi dan mulia adalah cinta seorang hamba kepada Rabb-nya.
Kita sering mendengar kata yang terdiri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cinta bisa jadi merupakan kata yang paling banyak dibicarakan manusia. Setiap orang memiliki rasa cinta yang bisa diaplikasikan pada banyak hal. Wanita, harta, anak, kendaraan, rumah dan berbagai kenikmatan dunia lainnya merupakan sasaran utama cinta dari kebanyakan manusia. Cinta yang paling tinggi dan mulia adalah cinta seorang hamba kepada Rabb-nya.</p>
<p>Kita sering mendengar kata yang terdiri dari lima huruf: CINTA. Setiap orang bahkan telah merasakannya, namun sulit untuk mendefinisikannya. Terlebih untuk mengetahui hakikatnya. Berdasarkan hal itu, seseorang dengan gampang bisa keluar dari jeratan hukum syariat ketika bendera cinta diangkat. <span id="more-57"></span>Seorang pezina dengan gampang tanpa diiringi rasa malu mengatakan, “Kami sama-sama cinta, suka sama suka.” Karena alasan cinta, seorang bapak membiarkan anak-anaknya bergelimang dalam dosa. Dengan alasan cinta pula, seorang suami melepas istrinya hidup bebas tanpa ada ikatan dan tanpa rasa cemburu sedikitpun.</p>
<p>Demikianlah bila kebodohan telah melanda kehidupan dan kebenaran tidak lagi menjadi tolok ukur. Dalam keadaan seperti ini, setan tampil mengibarkan benderanya dan menabuh genderang penyesatan dengan mengangkat cinta sebagai landasan bagi pembolehan terhadap segala yang dilarang Allah dan Rasul-Nya Muhammad. Allah  berfirman: “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.” (Ali ‘Imran: 14)</p>
<p>Rasulullah dalam haditsnya dari shahabat Tsauban  mengatakan: ‘Hampir-hampir orang-orang kafir mengerumuni kalian sebagaimana berkerumunnya di atas sebuah tempayan.’ Seseorang berkata: ‘Wahai Rasulullah, apakah jumlah kita saat itu sangat sedikit?’ Rasulullah berkata: ‘Bahkan kalian saat itu banyak akan tetapi kalian bagaikan buih di atas air. Dan Allah benar-benar akan mencabut rasa ketakutan dari hati musuh kalian dan benar-benar Allah akan campakkan ke dalam hati kalian (penyakit) al-wahn.’ Seseorang bertanya: ‘Apakah yang dimaksud dengan al-wahn wahai Rasulullah?’ Rasulullah menjawab: ‘Cinta dunia dan takut mati.’ (HR. Abu Dawud no. 4297, dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud no. 3610)</p>
<p>Asy-Syaikh ‘Abdurrahman As-Sa’di dalam tafsirnya mengatakan: “Allah memberitakan dalam dua ayat ini (Ali ‘Imran: 13-14) tentang keadaan manusia kaitannya dengan masalah lebih mencintai kehidupan dunia daripada akhirat, dan Allah menjelaskan perbedaan yang besar antara dua negeri tersebut. Allah memberitakan bahwa hal-hal tersebut (syahwat, wanita, anak-anak, dsb) dihiaskan kepada manusia sehingga membelalakkan pandangan mereka dan menancapkannya di dalam hati-hati mereka, semuanya berakhir kepada segala bentuk kelezatan jiwa. Sebagian besar condong kepada perhiasan dunia tersebut dan menjadikannya sebagai tujuan terbesar dari cita-cita, cinta dan ilmu mereka. Padahal semua itu adalah perhiasan yang sedikit dan akan hilang dalam waktu yang sangat cepat.”</p>
<p>Definisi Cinta<br />
Untuk mendefinisikan cinta sangatlah sulit, karena tidak bisa dijangkau dengan kalimat dan sulit diraba dengan kata-kata. Ibnul Qayyim mengatakan: “Cinta tidak bisa didefinisikan dengan jelas, bahkan bila didefinisikan tidak menghasilkan (sesuatu) melainkan menambah kabur dan tidak jelas, (berarti) definisinya adalah adanya cinta itu sendiri.” (Madarijus Salikin, 3/9)</p>
<p>Hakikat Cinta<br />
Cinta adalah sebuah amalan hati yang akan terwujud dalam (amalan) lahiriah. Apabila cinta tersebut sesuai dengan apa yang diridhai Allah, maka ia akan menjadi ibadah. Dan sebaliknya, jika tidak sesuai dengan ridha-Nya maka akan menjadi perbuatan maksiat. Berarti jelas bahwa cinta adalah ibadah hati yang bila keliru menempatkannya akan menjatuhkan kita ke dalam sesuatu yang dimurkai Allah yaitu kesyirikan.</p>
<p>Cinta kepada Allah<br />
Cinta yang dibangun karena Allah akan menghasilkan kebaikan yang sangat banyak dan berharga. Ibnul Qayyim dalam Madarijus Salikin (3/22) berkata: ”Sebagian salaf mengatakan bahwa suatu kaum telah mengaku cinta kepada Allah lalu Allah menurunkan ayat ujian kepada mereka: “Katakanlah: jika kalian cinta kepada Allah maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian.” (Ali ‘Imran: 31)</p>
<p>Mereka (sebagian salaf) berkata: “(firman Allah) ‘Niscaya Allah akan mencintai kalian’, ini adalah isyarat tentang bukti kecintaan tersebut dan buah serta faidahnya. Bukti dan tanda (cinta kepada Allah) adalah mengikuti Rasulullah, faidah dan buahnya adalah kecintaan Allah kepada kalian. Jika kalian tidak mengikuti Rasulullah maka kecintaan Allah kepada kalian tidak akan terwujud dan akan hilang.” Bila demikian keadaannya, maka mendasarkan cinta kepada orang lain karena-Nya tentu akan mendapatkan kemuliaan dan nilai di sisi Allah. Rasulullah bersabda dalam hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik: “Tiga hal yang barangsiapa ketiganya ada pada dirinya, niscaya dia akan mendapatkan manisnya iman. Hendaklah Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada selain keduanya, dan hendaklah dia mencintai seseorang dan tidaklah dia mencintainya melainkan karena Allah, dan hendaklah dia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah selamatkan dia dari kekufuran itu sebagaimana dia benci untuk dilemparkan ke dalam neraka.” (HR. Al-Bukhari no. 16 dan Muslim no. 43)</p>
<p>Ibnul Qayyim mengatakan bahwa di antara sebab-sebab adanya cinta (kepada Allah) ada sepuluh perkara:<br />
Pertama, membaca Al Qur’an, menggali, dan memahami makna-maknanya serta apa yang dimaukannya.</p>
<p>Kedua, mendekatkan diri kepada Allah dengan amalan-amalan sunnah setelah amalan wajib.</p>
<p>Ketiga, terus-menerus berdzikir dalam setiap keadaan.</p>
<p>Keempat, mengutamakan kecintaan Allah di atas kecintaanmu ketika bergejolaknya nafsu.</p>
<p>Kelima, hati yang selalu menggali nama-nama dan sifat-sifat Allah, menyaksikan dan mengetahuinya.</p>
<p>Keenam, menyaksikan kebaikan-kebaikan Allah dan segala nikmat-Nya.</p>
<p>Ketujuh, tunduknya hati di hadapan Allah.</p>
<p>Kedelapan, berkhalwat (menyendiri dalam bermunajat) bersama-Nya ketika Allah turun (ke langit dunia).</p>
<p>Kesembilan, duduk bersama orang-orang yang memiliki sifat cinta dan jujur.</p>
<p>Kesepuluh, menjauhkan segala sebab-sebab yang akan menghalangi hati dari Allah. (Madarijus Salikin, 3/18, dengan ringkas)</p>
<p>Cinta adalah Ibadah<br />
Sebagaimana telah lewat, cinta merupakan salah satu dari ibadah hati yang memiliki kedudukan tinggi dalam agama sebagaimana ibadah-ibadah yang lain. Allah berfirman:<br />
“Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu.” (Al-Hujurat: 7)<br />
“Dan orang-orang yang beriman lebih cinta kepada Allah.” (Al-Baqarah: 165)<br />
“Maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya.” (Al-Maidah: 54)<br />
Adapun dalil dari hadits Rasulullah adalah hadits Anas yang telah disebut di atas yang dikeluarkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dan Al-Imam Muslim: “Hendaklah Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai daripada selain keduanya.”</p>
<p>Macam-macam cinta<br />
Di antara para ulama ada yang membagi cinta menjadi dua bagian dan ada yang membaginya menjadi empat. Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdulwahhab Al-Yamani dalam kitab Al-Qaulul Mufid fi Adillatit Tauhid (hal. 114) menyatakan bahwa cinta ada empat macam:</p>
<p>Pertama, cinta ibadah.<br />
Yaitu mencintai Allah dan apa-apa yang dicintai-Nya, dengan dalil ayat dan hadits di atas.</p>
<p>Kedua, cinta syirik.<br />
Yaitu mencintai Allah dan juga selain-Nya. Allah berfirman: “Dan di antara manusia ada yang menjadikan selain Allah sebagai tandingan-tandingan (bagi Allah), mereka mencintai tandingan-tandingan tersebut seperti cinta mereka kepada Allah.” (Al-Baqarah: 165)</p>
<p>Ketiga, cinta maksiat.<br />
Yaitu cinta yang akan menyebabkan seseorang melaksanakan apa yang diharamkan Allah dan meninggalkan apa-apa yang diperintahkan-Nya. Allah berfirman: “Dan kalian mencintai harta benda dengan kecintaan yang sangat.” (Al-Fajr: 20)</p>
<p>Keempat, cinta tabiat. Seperti cinta kepada anak, keluarga, diri, harta dan perkara lain yang dibolehkan. Namun tetap cinta ini sebatas cinta tabiat. Allah berfirman: “Ketika mereka (saudara-saudara Yusuf ‘alaihis salam) berkata: ‘Yusuf dan adiknya lebih dicintai oleh bapak kita daripada kita.” (Yusuf: <img src='http://www.inilahjalanku.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> Jika cinta tabiat ini menyebabkan kita tersibukkan dan lalai dari ketaatan kepada Allah sehingga meninggalkan kewajiban-kewajiban, maka berubahlah menjadi cinta maksiat. Bila cinta tabiat ini menyebabkan kita lebih cinta kepada benda-benda tersebut sehingga sama seperti cinta kita kepada Allah atau bahkan lebih, maka cinta tabiat ini berubah menjadi cinta syirik.</p>
<p>Buah cinta<br />
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan: “Ketahuilah bahwa yang menggerakkan hati menuju Allah ada tiga perkara: cinta, takut, dan harapan. Dan yang paling kuat adalah cinta, dan cinta itu sendiri merupakan tujuan karena akan didapatkan di dunia dan di akhirat.” (Majmu’ Fatawa, 1/95)<br />
Asy-Syaikh ‘Abdurrahman As-Sa’di menyatakan: “Dasar tauhid dan ruhnya adalah keikhlasan dalam mewujudkan cinta kepada Allah. Cinta merupakan landasan penyembahan dan peribadatan kepada-Nya, bahkan cinta itu merupakan hakikat ibadah. Tidak akan sempurna tauhid kecuali bila kecintaan seorang hamba kepada Rabbnya juga sempurna.” (Al-Qaulus Sadid, hal. 110)<br />
Bila kita ditanya bagaimana hukumnya cinta kepada selain Allah? Maka kita tidak boleh mengatakan haram dengan spontan atau mengatakan boleh secara global, akan tetapi jawabannya perlu dirinci.<br />
Pertama, bila dia mencintai selain Allah lebih besar atau sama dengan cintanya kepada Allah maka ini adalah cinta syirik, hukumnya jelas haram.<br />
Kedua, bila dengan cinta kepada selain Allah menyebabkan kita terjatuh dalam maksiat maka cinta ini adalah cinta maksiat, hukumnya haram.<br />
Ketiga, bila merupakan cinta tabiat maka yang seperti ini diperbolehkan.<br />
Wallahu a’lam.</p>
<p>Artikel by: </p>
<p>Al-Ustadz Abu Usamah Abdurrahman bin Rawiyah An-Nawawi</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.inilahjalanku.com/arti-sebuah-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aliran Kimiawi Cinta Tak Secepat Dari Mata Jatuh ke Hati</title>
		<link>http://www.inilahjalanku.com/aliran-kimiawi-cinta-tak-secepat-dari-mata-jatuh-ke-hati/</link>
		<comments>http://www.inilahjalanku.com/aliran-kimiawi-cinta-tak-secepat-dari-mata-jatuh-ke-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 00:52:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islami]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[kimia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.inilahjalanku.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[Jikalau kita bertanya kepada kakek-kakek atau nenek-nenek dengan sebuah pertanyaan yang mungkin menggelikan tetapi sungguh menarik. Kalau kita bertnya, kek/nek kalau anda ingin kembali muda, masa mana yang kakek-nenek pilih? kira-kira bagaimana jawaban kakek-nenek tadi?
Walaupun sudah tidak mungkin lagi mereka kembali muda lagi di dunia ini, tapi kebanyakan dari mereka langsung menjawab aku ingin kembali [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Jikalau kita bertanya kepada kakek-kakek atau nenek-nenek dengan sebuah pertanyaan yang mungkin menggelikan tetapi sungguh menarik. Kalau kita bertnya, kek/nek kalau anda ingin kembali muda, masa mana yang kakek-nenek pilih? kira-kira bagaimana jawaban kakek-nenek tadi?<span id="more-41"></span><br />
Walaupun sudah tidak mungkin lagi mereka kembali muda lagi di dunia ini, tapi kebanyakan dari mereka langsung menjawab aku ingin kembali lagi seperti masa seperti masa SMA dengan alasan yang beragam. Salah satu alasan mereka ingin kembali ke masa SMA yaitu mereka ingin bernostalgia tentang ketertarikan dengan lawan jenis dengan berjuta cerita yang tiada ujung-ujungnya. Mereka ingin bernostalgia ketika bertatapan dengan lain jenis yang menjadi pujaan hatinya atau berdekatan dengan pujaan hatinya akan timbul rasa yang tidak dimengerti, perasaan menjadi canggung/cikuk, malu, salah tingkah, atau dag&#8230;dig&#8230;dug nggak karuan.<br />
Selama ini kita tidak menyadari mengapa kita bisa mencintai sesuatu? suatu pertanyaan yang menarik. Kebanyakan dari kita tidak berusaha sungguh-sungguh mencari jawabannya dan menganggap hal tersebut hal yang biasa-biasa saja sebagaimana fitroh manusia diberikan rasa cinta oleh Allah Ta’ala.<br />
Cinta itu kodart manusia, tapi apa benar cinta itu timbul ”Dari Mata Jatuh ke Hati”? Apakah prosesnya secepat itu? Aliran kimiawi cinta akan menjelaskan secara proses timbulnya rasa cinta. Sebelum turun ke hati aliran cinta akan ditransitkan dulu di otak untuk melewati reaksi kimiawi. Dalam proses transit itu akan dilalui beberapa tahap sehingga aliran kimiawi cinta tidak sesederhana dan secepat pribahasa ”Dari Mata jatuh ke Hati”.<br />
Tahap 1, terkesan<br />
Pada tahap ini, nampak timbulnya rangsang kepada otak. Rangang dapat dibawa oleh beberapa hala anatara lain :<br />
a. Pandangan<br />
Subhanallah, Maha Suci Allah yang menciptakan sempurna dan berada didepan. Melalui pandangan seseorang mulai cinta terhadap sesuatu. Seorang cowok atau cewek akan timbul perasaan cinta ketika keduanya salang berpandangan. Oleh karena itu, islam sangat mengatur seseorang untuk menjaga pandangan (ghodhul bashar).<br />
b. Berdekatan, sering bertemu, berbincang , dan lain-lain<br />
Orang Jawa bilang ” Witing Tresna Jalaran Saka Kulina”. Keseringan bertemu akan banyak menstimulus rangsang ke otak. Dalam islam sangat mengatur bahwa antara dua lawan jenis dilarang berkhalwat (berduaan) karena yang ketiga adalah syetan. Huuuu&#8230;&#8230; takut&#8230;&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">Tahap 2, ketertarikan<br />
Pada tahap ini otak akan dirangsang untuk menghasilkan tiga senyawa yaitu ; Phenyletilamine (PEA), Dopamine, Nenopinephrine.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari ketiga senyawa tersebut, senyawa PEA-lah yang paling berperan dalam proses kimiawi cinta. Senyawa ini juga yang membuat kita tersipu-sipu malu ketika berpandangan denganorang yang kita sukai. Ternyata PEA ini banyak terdapat pada coklat seperti; silver queen, wafer tanggo, conello, es krim, choki-choki, dan sebagainya. Mungkin ini sebabnya orang-orang dulu sampai sekarang suka memberi cokelat pada seseorang yang dicintainya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tahap 3, pengikatan<br />
Pada tahap ini tubuh akan memproduksi senyawa endoprin. Senyawa inilah yang akan menimbulkan perasaan aman, damai, tentram. Otak akan memproduksi senyawa ini jika orang kita cintai ada didekat kita. Jika seorang hamba yang beriman kepada Allah mereka hanya mengharap cintanya yang paling utama hanya milik Allah dan RausulNya lalu pada orang tua kita, sesama kita, dan seterusnya yang sesuai dengan syar’i. Seorang yang cinta pada Allah pasti ia akan merasa aman , damai , tentram karena semua urusanya dikembalikan pada Allah.</p>
<p style="text-align: justify;">Tahap 4, persekutuan kimia<br />
Pada tahap ini senyawa Oxyrocin yang dihasilkan oleh otak kecil mempunyai peran dalam hal membuat rasa cinta itu menjadi lebih rukun dan mesra antara keduanya.<br />
Jika seseorang sudah jatuh cinta kepda sesuatu/seseorang, maka ada tanda –tanda yang dapat dilihat antara lain :<br />
1.  mempunyai rasa malu.<br />
2.  tunduk kepada perintah sesuatu/seseorang yang dicintai dan memndahulukannya dari pada kepentingan sendiri.<br />
3.  memperhatikan perkataan dari sesuatu/seseorang dan mendengarkannya.<br />
4.  segera menghampiri yang dicintai.<br />
5.  mencintai apapun yang dicintai sang kekasih.<br />
6.  jalan yang dilalui terasa pendek sekalipun panjang saat mengunjunginya.<br />
7.  kaget dan gemetar hatinya ketika berhadapan dengan sesuatu/seseorang yang dicintai atau tatkala mendengar namanya disebut.<br />
8.  cemburu kepada sesuatu/seseorang yang dicintainya.<br />
9.  menyenangi apapun yang disenangi oleh sesuatu/seseorang yang dicintai.<br />
10. rela berkorban kepada sesuatu/seseorang yang dicintai.<br />
11. tunduk patuh kepada yang dicintai.<br />
12. menghindari hal-hal yang merenggangkan hubungan dengan yang dicintaiatau membuatnya marah.<br />
13. adanya kecocokan antara yang mencintai dengan yang dicintai.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikian tahap-tahap aliran kimiawi cinta, tetapi kita janganlah mempersempit bahwa jika kata ”cinta” akan selalu berhubungan dengan pacaran. Jika kita berbicara masalah cinta, sebenarnya bukan hanya tentang hubungan dengan lawan jenis tetapi tentang perasan cinta seseorang juga bisa kepada suami atau istri, anak, adik, saudaranya, dan hartanya.<br />
Dan terlepas dari pembagian porsi yang berbeda-beda haruslah diingat bahwa semua itu hanyalah perhiasan dunia yang fana` dan menipu. Tidakkah kita sadar bahwqa Maha diraja alam semesta ini yakni Allah Ta`ala yang telah mengkaruniakan rasa cinta kepada setiap manusia. Islam sangat mengatur bangaimana kita seharusnya mengelola rasa cinta kita agar kita tidak menyesal dan celaka di kemudian hari. Kita seharusnya menomorsatukan cinta kita hanya pada Allah sebagaimana sabda rasulullah Saw berikut ;<br />
Dari  Anas ra, dari Nabi Saw, beliau bersabda : ”siapa saja yang memiliki tiga sifat ini, akan merasakan manisnya iman, yaitu :<br />
1)       mencintai Allah dan RasulNya melebihi segala-galanya<br />
2)       mencintai seseorang hanya karena Allah<br />
3)       enggan untuk kembali kafir setelah diselamatkan Allah sebagaimana enggannya apabila dilemparkan kedalam neraka.”(HR. Bukhari dan Muslim)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.inilahjalanku.com/aliran-kimiawi-cinta-tak-secepat-dari-mata-jatuh-ke-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
