<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>code4769&#039;s site &#187; ilmuwan muslim</title>
	<atom:link href="http://www.inilahjalanku.com/tag/ilmuwan-muslim/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.inilahjalanku.com</link>
	<description>Portal IT &#38; Islamic</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Aug 2010 03:22:20 +0000</lastBuildDate>
	<meta name="generator" content="captbbx@yahoo.com" />	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Kamera Obscura yang Mengubah Dunia</title>
		<link>http://www.inilahjalanku.com/kamera-obscura-yang-mengubah-dunia/</link>
		<comments>http://www.inilahjalanku.com/kamera-obscura-yang-mengubah-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Jan 2010 09:38:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islami]]></category>
		<category><![CDATA[Other]]></category>
		<category><![CDATA[ilmuwan muslim]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.inilahjalanku.com/?p=123</guid>
		<description><![CDATA[Surat kabar terkemuka di Inggris, The Independent  pada edisi 11 Maret 2006 sempat menurunkan sebuah artikel yang sangat menarik bertajuk &#8221;Bagaimana para inventor muslim mengubah dunia.&#8221;  The Independent menyebut sekitar 20 penemuan penting para ilmuwan Muslim yang mampu mengubah peradaban umat manusia, salah satunya adalah penciptaan kamera obscura.
Kamera  merupakan salah satu penemuan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Surat kabar terkemuka di Inggris, The Independent  pada edisi 11 Maret 2006 sempat menurunkan sebuah artikel yang sangat menarik bertajuk &#8221;Bagaimana para inventor muslim mengubah dunia.&#8221;  The Independent menyebut sekitar 20 penemuan penting para ilmuwan Muslim yang mampu mengubah peradaban umat manusia, salah satunya adalah penciptaan kamera obscura.</p>
<p style="text-align: justify;">Kamera  merupakan salah satu penemuan penting yang dicapai umat manusia. Lewat jepretan dan bidikan kamera, manusia bisa merekam dan mengabadikan beragam bentuk gambar mulai dari sel manusia hingga galaksi di luar angkasa. Teknologi pembuatan kamera, kini dikuasai peradaban Barat serta Jepang. Sehingga, banyak umat Muslim yang meyakini kamera berasal dari peradaban Barat.</p>
<p style="text-align: justify;">Jauh sebelum masyarakat Barat menemukannya, prinsip-prinsip dasar pembuatan kamera telah dicetuskan seorang sarjana Muslim<span id="more-123"></span> sekitar 1.000 tahun silam. Peletak prinsip kerja kamera itu adalah seorang saintis legendaris Muslim bernama Ibnu al-Haitham. Pada akhir abad ke-10 M,  al-Haitham berhasil menemukan sebuah kamera obscura.</p>
<p style="text-align: justify;">Itulah salah satu karya al-Haitham yang paling menumental. Penemuan yang sangat inspiratif itu berhasil dilakukan al-Haithan bersama Kamaluddin al-Farisi. Keduanya berhasil meneliti dan merekam fenomena kamera obscura. Penemuan itu berawal ketika keduanya mempelajari gerhana matahari. Untuk mempelajari fenomena gerhana, Al-Haitham membuat lubang kecil pada dinding yang memungkinkan citra matahari semi nyata diproyeksikan melalui permukaan datar.</p>
<p style="text-align: justify;">Kajian ilmu optik berupa kamera obscura itulah yang mendasari kinerja kamera yang saat ini digunakan umat manusia. Oleh kamus Webster, fenomena ini secara harfiah diartikan sebagai &#8221;ruang gelap&#8221;. Biasanya bentuknya berupa kertas kardus dengan lubang kecil untuk masuknya cahaya. Teori yang dipecahkan Al-Haitham itu telah mengilhami penemuan film yang kemudiannya disambung-sambung dan dimainkan kepada para penonton.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kamera obscura pertama kali dibuat ilmuwan Muslim, Abu Ali Al-Hasan Ibnu al-Haitham, yang lahir di Basra (965-1039 M),&#8221; ungkap Nicholas J Wade dan Stanley Finger dalam karyanya berjudul  The eye as an optical instrument: from camera obscura to Helmholtz&#8217;s perspective.</p>
<p style="text-align: justify;">Dunia mengenal al-Haitham sebagai perintis di bidang optik yang terkenal lewat bukunya bertajuk  Kitab al-Manazir (Buku optik). Untuk membuktikan teori-teori dalam bukunya itu, sang fisikawan Muslim legendaris itu lalu menyusun  Al-Bayt Al-Muzlim atau lebih dikenal dengan sebutan kamera obscura, atau  kamar gelap.</p>
<p style="text-align: justify;">Bradley Steffens dalam karyanya berjudul  Ibn al-Haytham:First Scientist mengungkapkan bahwa  Kitab al-Manazir merupakan buku pertama yang menjelaskan prinsip kerja kamera obscura. &#8220;Dia merupakan ilmuwan pertama yang berhasil memproyeksikan seluruh gambar dari luar rumah ke dalam gambar dengan kamera obscura,&#8221; papar Bradley.</p>
<p style="text-align: justify;">Istilah kamera obscura yang ditemukan al-Haitham pun diperkenalkan di Barat sekitar abad ke-16 M. Lima abad setelah penemuan kamera obscura, Cardano Geronimo (1501 -1576), yang terpengaruh pemikiran al-Haitham mulai mengganti lobang bidik lensa dengan lensa (camera).</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah itu,  penggunaan lensa pada kamera onscura juga dilakukan Giovanni Batista della Porta (1535–1615 M). Ada pula yang menyebutkan bahwa istilah kamera obscura yang ditemukan al-Haitham pertama kali diperkenalkan di Barat oleh Joseph Kepler (1571 &#8211; 1630 M). Kepler meningkatkan fungsi kamera itu dengan menggunakan lensa negatif di belakang lensa positif, sehingga dapat memperbesar proyeksi gambar (prinsip digunakan dalam dunia lensa foto jarak jauh modern).</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah itu, Robert Boyle (1627-1691 M), mulai menyusun kamera yang berbentuk kecil, tanpa kabel, jenisnya kotak kamera obscura pada  1665 M.  Setelah 900 tahun dari penemuan al-Haitham pelat-pelat foto pertama kali digunakan secara permanen untuk menangkap gambar yang dihasilkan oleh kamera obscura. Foto permanen pertama diambil oleh Joseph Nicephore Niepce di Prancis pada 1827.</p>
<p style="text-align: justify;">Tahun 1855, Roger Fenton menggunakan plat kaca negatif untuk mengambil gambar dari tentara Inggris selama Perang Crimean. Dia mengembangkan plat-plat dalam perjalanan kamar gelapnya &#8211; yang dikonversi gerbong. Tahun 1888, George Eastman mengembangkan prinsip kerja kamera obscura ciptaan al-Hitham dengan baik sekali. Eastman menciptakan kamera kodak. Sejak itulah, kamera terus berubah mengikuti perkembangan teknologi.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebuah versi kamera obscura digunakan dalam Perang Dunia I untuk melihat pesawat terbang dan pengukuran kinerja. Pada Perang Dunia  II kamera obscura juga digunakan untuk memeriksa keakuratan navigasi perangkat radio. Begitulah penciptaan kamera obscura yang dicapai al-Haitham mampu mengubah peradaban dunia.</p>
<p style="text-align: justify;">Peradaban dunia modern tentu sangat berutang budi kepada ahli fisika Muslim yang lahir di Kota Basrah, Irak. Al-Haitham selama hidupnya telah menulis lebih dari 200 karya ilmiah. Semua didedikasikannya untuk kemajuan peradaban manusia.  Sayangnya, umat Muslim lebih terpesona pada pencapaian teknologi Barat, sehingga kurang menghargai dan mengapresiasi pencapaian ilmuwan Muslim di era kejayaan Islam.</p>
<p style="text-align: justify;">Sejarah Sang Penemu Kamera Obscura<br />
Tahukah Anda, kata kamera yang digunakan saat ini berasal dari bahasa Arab, yakni  qamara ?  Istilah itu muncul berkat kerja keras al-Hatham. Bapak fisika modern itu   terlahir dengan nama Abu Ali al-Hasan Ibnu al-Hasan Ibnu al-Haitham di Kota Basrah, Persia, saat Dinasti Buwaih dari Persia menguasai Kekhalifahan Abbasiyah.</p>
<p style="text-align: justify;">Sejak kecil al-Haitham ydikenal berotak encer. Ia  menempuh pendidikan pertamanya di tanah kelahirannya. Beranjak dewasa ia merintis kariernya sebagai pegawai pemerintah di Basrah. Namun, Al-Haitham lebih tertarik untuk menimba ilmu dari pada menjadi pegawai pemerintah. Setelah itu, ia merantau ke Ahwaz dan metropolis intelektual dunia saat itu yakni kota Baghdad. Di kedua kota itu ia menimba beragam ilmu. Ghirah keilmuannya yang tinggi membawanya terdampar hingga ke Mesir.</p>
<p style="text-align: justify;">Al-Haitham pun sempat mengenyam pendidikan di Universitas al-Azhar yang didirikan Kekhalifahan Fatimiyah. Setelah itu, secara otodidak, ia mempelajari hingga menguasai beragam disiplin ilmu seperti ilmu falak, matematika, geometri, pengobatan, fisika, dan filsafat.</p>
<p style="text-align: justify;">Secara serius dia mengkaji dan mempelajari seluk-beluk ilmu optik. Beragam teori tentang ilmu optik telah dilahirkan dan dicetuskannya. Dialah orang pertama yang menulis dan menemukan pelbagai data penting mengenai cahaya. Konon, dia telah menulis tak kurang dari 200 judul buku.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam salah satu kitab yang ditulisnya, Alhazen &#8211; begitu dunia Barat menyebutnya &#8211; juga menjelaskan tentang ragam cahaya yang muncul saat matahari terbenam. Ia pun mencetuskan teori tentang berbagai macam fenomena fisik seperti bayangan, gerhana, dan juga pelangi.</p>
<p style="text-align: justify;">Keberhasilan lainnya yang terbilang fenomenal adalah kemampuannya menggambarkan indra penglihatan manusia secara detail. Tak heran, jika &#8216;Bapak Optik&#8217; dunia itu mampu memecahkan rekor sebagai orang pertama yang menggambarkan seluruh detil bagian indra pengelihatan manusia. Hebatnya lagi, ia mampu menjelaskan secara ilmiah proses bagaimana manusia bisa melihat.</p>
<p style="text-align: justify;">Teori yang dilahirkannya juga mampu mematahkan teori penglihatan yang diajukan dua ilmuwan Yunani, Ptolemy dan Euclid. Kedua ilmuwan ini menyatakan bahwa manusia bisa melihat karena ada cahaya keluar dari mata yang mengenai objek. Berbeda dengan keduanya, Ibnu Haytham mengoreksi teori ini dengan menyatakan bahwa justru objek yang dilihatlah yang mengeluarkan cahaya yang kemudian ditangkap mata sehingga bisa terlihat.</p>
<p style="text-align: justify;">Secara detail, Al-Haitham pun menjelaskan sistem penglihatan mulai dari kinerja syaraf di otak hingga kinerja mata itu sendiri. Ia juga menjelaskan secara detil bagian dan fungsi mata seperti konjungtiva, iris, kornea, lensa, dan menjelaskan peranan masing-masing terhadap penglihatan manusia. Hasil penelitian Al-Haitham itu lalu dikembangkan Ibnu Firnas di Spanyol dengan membuat kaca mata.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam buku lainnya yang diterjemahkan dalam bahasa Inggris berjudul  Light On Twilight Phenomena, al-Haitham membahas mengenai senja dan lingkaran cahaya di sekitar bulan dan matahari serta bayang-bayang dan gerhana.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Al-Haitham, cahaya fajar bermula apabila matahari berada di garis 19 derajat ufuk timur. Warna merah pada senja akan hilang apabila matahari berada di garis 19 derajat ufuk barat. Ia pun menghasilkan kedudukan cahaya seperti bias cahaya dan pembalikan cahaya.</p>
<p style="text-align: justify;">Al-Haitham juga mencetuskan teori lensa pembesar. Teori itu digunakan para saintis di Italia untuk menghasilkan kaca pembesar pertama di dunia. Sayangnya, hanya sedikit yang terisa. Bahkan karya monumentalnya, Kitab  al-Manazhir , tidak diketahui lagi keberadaannya. Orang hanya bisa mempelajari terjemahannya yang ditulis dalam bahasa Latin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.inilahjalanku.com/kamera-obscura-yang-mengubah-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Islam dan Ilmu Pengetahuan</title>
		<link>http://www.inilahjalanku.com/islam-dan-ilmu-pengetahuan/</link>
		<comments>http://www.inilahjalanku.com/islam-dan-ilmu-pengetahuan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 03:56:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islami]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[ilmuwan muslim]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.inilahjalanku.com/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[Kita pasti sudah mendengar istilah algoritma. Tapi tahukah siapa penemunya? Kebanyakan orang jika diberi sebuah pertanyaan: Siapa penemu teori: “kuadrat sisi terpanjang dari sebuah segitiga akan sama dengan jumlah kuadrat dari sisi-sisi pendeknya”? Dengan penuh keyakinan mereka akan menjawab:Itu adalah Teori Phytagoras dengan penemunya Phytagoras. Tapi tahukah anda? Sebenarnya teori tersebut bukanlah murni ditemukan oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kita pasti sudah mendengar istilah algoritma. Tapi tahukah siapa penemunya? Kebanyakan orang jika diberi sebuah pertanyaan: Siapa penemu teori: “kuadrat sisi terpanjang dari sebuah segitiga akan sama dengan jumlah kuadrat dari sisi-sisi pendeknya”? Dengan penuh keyakinan mereka akan menjawab:Itu adalah Teori Phytagoras dengan penemunya Phytagoras. Tapi tahukah anda? Sebenarnya teori tersebut bukanlah murni ditemukan oleh phytagoras, sebenarnya teori tersebut sudah ditemukan jauh sebelum phytagoras lahir. Sangat ironis jika kita dengan mudah mengingat Enstein dengan teori relativitasnya, Hubble dengan teori big bangnya, Newton dengan hukum gaya-gaya dalam fisikanya. Tapi tahukah anda siapa penemu angka nol, penemu trigonometri, Istilah Farmasi, dan pencipta Globe? Sungguh mereka adalah saudara kita, mereka adalah umat muslim. <span id="more-53"></span>Dan masih banyak lagi penemuan-penemuan yang berpengaruh di dunia yang ditemukan oleh ilmuwan muslim, tetapi kebanyakan orang Islam terutama orang awam tidak mengetahui bahwa Ilmuwan-Ilmuwan muslim banyak berjasa dalam Ilmu pengetahuan. Mereka seolah-olah tertutup oleh “kebesaran” ilmuwan barat yang jika di teliti dan dikaji lebih dalam, kebanyakan dari mereka mengambil ide-ide serta gagasan dari Ilmuwan muslim. Bahkan sebagian Ilmuwan barat sudah mengakui hal itu. Berikut adalah kisah singkat beberapa ilmuwan muslim yang terkenal:</p>
<p>   1.</p>
<p>      Al Khawarizmi (780-848 M) Bapak Al jabar, penemu angka nol </p>
<p>Nama lengkapnya adalah Abu Ja’far Muhammad bin Musa Al Khawarizmi.</p>
<p>Kepandaian dan kecerdasanya mengantarkanya masuk ke lingkungan Dar-al Hakam (Rumah Kebijaksanaan) yang didirikan oleh Harun Ar Rasyid dinasti Abbasiyah. Karya-karya Khawarizmi di bidang matematika memang banyak mengacu pada buku aljabar karangan Diophantus (250 SM) dari Yunani. Namun dalam meneliti buku-buku aljabar tersebut Khawarizmi menemukan beberapa kesalahan dan permasalahan yang masih kabur. Oleh sebab itu menurut Gandz, matematikawan barat dalam bukunya “The Source of Al-Khwarizm’s Algebra” Khawarizmi lah yang lebih berhak mendapat julukan Bapak Aljabar dibanding Diophantus, karena dialah orang pertama yang mengajarkan aljabar dalam bentuk elementer serta menerapkanya dalam hal-hal yang berkaitan denganya. Dalam bukunya beliau juga memperkenalkan kepada dunia Ilmu Pengetahuan angka 0 (nol) dalam bahasa arab disebut juga Sifr. Sebelum Khawarizmi menemukan angka 0 para Ilmuwan mempergunakan abacus, semacam daftar yang menunjukan satuan, puluhan, dst. Tetapi hitungan seperti ini tidak mendapat respon yang baik dari para ilmuwan barat dan mereka lebih tertarik menggunakan ragam al binji (daftar angka arab termasuk nol). Dengan demikian angka nol baru dikenal dan digunakan bangsa barat sekitar 250 tahun sesudah ditemukan Khawarizmi. Di dunia barat, Ilmu Matematika lebih banyak dipengaruhi oleh karya Khawarizmi daripada karya para penulis dari abad pertengahan. Masyarakat modern saat ini berhutang budi kepada Al-Khawarizmi. Notasi penempatan bilangan basis 10, penggunaan bilangan irasional dan diperkenalkanya konsep aljabar modern, membuatnya layak menjadi figur penting dalam bidang matematika dan revolusi perhitungan di abad pertengahan di daratan Eropa. Dengan penyatuan matematika Yunani, Hindia dan mungkin babilonia teks aljabar merupakan salah satu karya Islam di dunia Internasional.</p>
<p>   2.</p>
<p>      Al-Battani (858-929) Ahli Astronomi dan Bapak trigonometri </p>
<p>Al-Battani adalah ilmuwan dari Irak. Dialah ahli astronomi terbesar di kalangan orang Arab. Le Lande Ahli Astronomi besar dari perancis mengatakan bahwa Al-Battani termasuk salah seorang dari 20 astronomi dalam sejarah manusia. Prof. Dr. George Sarton dalam bukunya sejarah Alam Semesta bahwa Al-Battani merupakan ahli astronomi paling besar, paling bagus sedangkan di zamanya belum ada alat-alat Astronomi canggih seperti sekarang. Dalam bidang Ilmu pasti al-Battani adalah orang yang pertama kali memasukan sinus dan cosinus dalam ilmu pasti. Dia menggunakan sinus dan cosinus sebagai ganti hypotenause yang banyak digunakan oleh ilmuwan Yunani. Sehingga sebagian Ilmuwan barat menyebutnya sebagai bapak trigonometri.Selain itu dia juga menemukan hukum segitiga samasisi, memecahkan berbagai persoalan hitungan ala Yunani dengan cara menggunakan ilmu ukur untuk mengetahui detil ukuranya. Belau juga ahli dalam bidang Ilmu falak yang brilian. Al-Battani sudah menggunakan metode dan alat teropong yang jauh lebih maju daripada yang dimiliki Yunani. Hitungan yang dipergunakan juga jauh lebih maju daripada yang dipergunakan orang Yunani termasuk hitunganya dalam berbagai segitiga yang juga belum dikenal oleh mereka.</p>
<p>   3.</p>
<p>      Abbas bin Farnas (wafat 887M) </p>
<p>Abbas bin Farnas dijuluki “orang bijak Andalusia”. Hal itu mungkin Disebabkan oleh kesibukanya di bidang kimia. Selain itu ia juga seorang ilumuwan yang sangat antusias melakukan penelitian ilmiah bahkan ia merupakan orang yang pertama kali berusaha untuk bisa terbang di udara. Beliau adalah orang yang pertama kali membuat kaca dari batu dan orang yang pertama kali pula membuat kristal. Hal yang paling terkenal ialah usahanya untuk terbang. Dia melekatkan bulu elang di tubuhnya kemudian membentuk dua buah sayap . Dia melompat dari tebing yang tinggi terbang beberapa detik kemudian jatuh ke tanah. Sangat menakjubkan dia selamat!</p>
<p>   4.</p>
<p>      al-Idrisi (1100-1166 M) </p>
<p>al-Idrisi adalah orang yang berusaha menggabungkan antara ilmu bumi dan ilmu falak. Dalam bukunya Nuz-hah al-Mustaq al-Idrisi mengulas bumi secara singkat. Al-Iddrisi adalah geographer yang meyakini bahwa bumi berbentuk bulat, al-Idrisi secara gemilang membuat globe dari perak. Dalam globe itu al-Idrisi menggambarkan 6 benua, dilengkapi jalur perdagangan, danau, sungai kota-kota utama, daratan, dan gunung-gunung. Tak hanya itu, globe yang dibuatnya juga memuat informasi jarak, panjang, dan tinggi secara tepat. Ini adalah ensiklopedia geografi yang berisi peta dan informasi mengenai Negara di eropa, Afrika, dan Asia yang pertama kali diterbitkan secara rinci.</p>
<p>            Kemudian, Ilmuwan Islam Selain mereka berempat adalah Ibnu Khaldun yang mendahului filsafat sejarah Hegel dan kritik sejarah karl marx, Ibnu Battuta yang lebih luas penjelajahanya daripada Columbus. Laksamana Cengho, Umar Khayam, Ibnu Sina, al-Biruni, al-Farabidan serta dizaman sekarang ada Dr. Abdussalam peraih nobel di bidang fisika dan masih banyak lagi.</p>
<p>            Jadi jangan berlebihan mengagung-agungkan Ilmuwan barat yang kebanyakan mereka hanya menguasai beberapa bidang. Ilmuwan-ilmuwan Islam juga patut dan seharusnya lebih dibanggakan daripada ilmuwan barat. Dan hal ini hendaknya mulai disosialisasikan di sekolah-sekolah. Jadi jangan sampai anak dan cucu kita besok tidak tahu siapa Ibnu Khaldun, Khawarizmi yang mereka bisa menguasai Ilmu-ilmu umum sekaligus Ilmu akherat tidak ketinggalan,tetapi anak cucu kita hafal sejarah biografi Enstein, Newton, Karl marx yang mereka hanya fokus dalam ilmu-ilmu dunia bahkan sebagian dari mereka adalah atheis.</p>
<p>            Dengan kita seolah-olah tidak acuh dan tidak tertarik mencari tahu profil Ilmuwan-Ilmuwan Islam yang sebenarnya memberikan sumbangsih besar terhadap peradaban dunia tetapi malah membesar-besarkan Ilmuwan-Ilmuwan barat. Ini semakin nyata bahwa kaum muslim saat ini sedang terjajah mental oleh orang-orang Barat. Dan itu mengakibatkan umat Islam tidak bangga dengan keislamanya sendiri, bangsa Islam merasa selalu kalah dengan bangsa-bangsa barat, Umat Islam semakin minder dengan orang-orang kafir sehingga umat Islam tidak bisa meneruskan estafet dari Dinasti Abbasiyah dari segi Ilmu Pengetahuan berabad-abad lalu. Kapankah umat Islam kan maju? Jika umatnya sendiri merasa ”risih” dan tidak pede dengan keislamanya?? Wallahu A’lam</p>
<p>Artikel by: </p>
<p>A. Rifqi Bahtiar (dari berbagai sumber)</p>
<p>dengan sedikit editan admin, tanpa merubah maksud.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.inilahjalanku.com/islam-dan-ilmu-pengetahuan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
