<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>code4769&#039;s site &#187; pemuda</title>
	<atom:link href="http://www.inilahjalanku.com/tag/pemuda/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.inilahjalanku.com</link>
	<description>Portal IT &#38; Islamic</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Jan 2012 02:54:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Bentuk Loyalitas Kepada Musuh Alloh</title>
		<link>http://www.inilahjalanku.com/bentuk-loyalitas-kepada-musuh-alloh/</link>
		<comments>http://www.inilahjalanku.com/bentuk-loyalitas-kepada-musuh-alloh/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 May 2011 03:49:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>code4769</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islami]]></category>
		<category><![CDATA[akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[pemuda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.inilahjalanku.com/?p=441</guid>
		<description><![CDATA[Memberikan loyalitas kepada musuh Alloh Subahanahu wa Ta’ala yaitu orang-orang kafir adalah perkara yang dilarang Alloh Subahanahu wa Ta’ala. Islam telah menetapkan loyalitas tunggal dalam segala hal yaitu kepada Alloh Subahanahu wa Ta’ala saja. Bbentuk-bentuk loyalitas kepada musuh-musuh Islam yang dilarang oleh Alloh Subahanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya adalah diantaranya sebagai berikut: Pertama: Meniru/menyerupai mereka <a href='http://www.inilahjalanku.com/bentuk-loyalitas-kepada-musuh-alloh/'>[...]</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Memberikan loyalitas kepada musuh Alloh <em>Subahanahu  wa Ta’ala </em>yaitu orang-orang kafir adalah perkara yang dilarang  Alloh<em> Subahanahu wa Ta’ala. </em>Islam telah menetapkan loyalitas  tunggal dalam segala hal yaitu kepada Alloh <em>Subahanahu wa Ta’ala </em>saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Bbentuk-bentuk loyalitas kepada musuh-musuh Islam  yang dilarang oleh Alloh <em>Subahanahu wa Ta’ala </em>dan Rasul-Nya  adalah diantaranya sebagai berikut:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pertama: </strong>Meniru/menyerupai mereka dalam berpakaian,  ucapan dan lainnya, karena yang demikian ini menunjukkan kecintaan.  Rasululloh <em>ShallAllohu ‘alaihi wa Sallam </em>bersabda, yang  artinya: <em>“Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk  golongan mereka.” </em>Pengharaman ini dalam hal-hal yang menjadi ciri  khas mereka seperti adat istiadat, ibadah, sifat-sifat serta tingkah  laku seperti mencukur jenggot, memanjangkan kumis, berpakaian, makan,  minum dan lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kedua: </strong>Bepergian ke negara mereka dengan tujuan  wisata dan rekreasi. Bepergian  ke negara kafir diharamkan kecuali dalam  keadaan darurat, seperti: berobat, berdagang, dan belajar ilmu-ilmu  tertentu yang bermanfaat, yang tidak mungkin didapat kecuali di negeri  mereka. Hal ini diperbolehkan sebatas keperluan, dan jika keperluannya  telah selesai, maka wajib kembali ke negara kaum muslimin. Diperbolehkan  juga dengan syarat untuk senantiasa memperlihatkan ke-Islamannya, serta  bangga dengan ke-Islamannya. Ia harus menjauhi tempat-tempat maksiat  dan berhati-hati dari segala bentuk tipu daya para musuh-musuhnya pula.  Diperbolehkan bahkan wajib bepergian ke negara mereka jika bertujuan  untuk berdakwah dan menyebarkan Islam.</p>
<p><span id="more-441"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ketiga: </strong>Membantu dan menolong mereka untuk  mengalahkan kaum muslimin, memuji-muji dan membela mereka, hal ini  merupakan bagian dari rusaknya aqidah ke-Islaman juga penyebab dari  kemurtadan. Kita berlindung kepada Alloh dari yang demikian.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Keempat: </strong>Minta bantuan kepada mereka, percaya dan  memberikan jabatan-jabatan yang di dalamnya terdapat rahasia-rahasia  kaum muslimin, dan menjadikan mereka sebagai orang kepercayaan serta  tempat bertukar pikiran. Alloh <em>Subahanahu wa Ta’ala</em> berfirman,  yang artinya: <em>“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil  menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang diluar kalanganmu (karena)  mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka  menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut  mereka dan apa yang disembunyikan dalam hati mereka lebih besar lagi.  Sungguh telah kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu  memahaminya. Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak  menyukai kamu dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila  mereka  jumpai kamu, mereka berkata: ‘Kami beriman’, dan apabila mereka  menyendiri, mereka menggigit ujung jari lantaran marah bercampur benci  terhadap kamu.   Katakanlah (kepada mereka):  ‘Matilah kamu karena  kemarhanmu itu.” Sesungguhnya Alloh mengetahui segala isi hati. Jika  kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu  mendapat bencana mereka bergembira karenanya.” </em>(QS: Ali Imron:  118-120).</p>
<p style="text-align: justify;">Alloh <em>Subahanahu wa Ta’ala </em>menjelaskan bahwa isi hati  orang-orang kafir serta kebencian yang mereka sembunyikan terhadap kaum  muslimin, dan apa yang mereka rencanakan untuk melawan kaum muslimin  dengan tipu muslihat serta penghianatan. Mereka juga senantiasa  menimpakan mudharat (bahaya) terhadap kaum muslimin dengan senantiasa  menggunakan segala cara (sarana) untuk menyakiti orang-orang beriman.  Dan sungguh mereka selalu memanfaatkan kepercayaan kaum msulimin, lalu  mereka berencana untuk menimpakan bahaya terhadap kaum muslimin.</p>
<p style="text-align: justify;">Abu Musa Al-Ay’ari berkata: Aku pernah berkata kepada Umar bin  Khattab: “Aku mempunyai sekretaris seorang Nashrani.”  Umar bin Khattab  berkata: “Apa-apaan kamu ini, celakalah engkau! Tidakkah engkau  mendengar firman Alloh <em>Alloh Subahanahu wa Ta’ala, </em>yang  artinya:<em> “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil  orang-orang Yahudi dan Nashrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu);  sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain.” </em>(QS:  Al-Maaidah: 51). Mengapa tidak mengambil orang muslim saja?” Lalu Abu  Musa menjawab: “Wajai Amirul Mukminin, bagiku tulisannya dan baginya  agamanya.!”  Serentak Umar bin Khattab berkata: “Aku tidak akan  menghormati mereka, sebab Alloh <em>Alloh Subahanahu wa Ta’ala </em>telah  menjadikan mereka hina,  dan aku tidak akan memuliakan mereka sebab  Alloh <em>Subahanahu wa Ta’ala </em>telah menjadikan mereka rendah, dan  aku tidak akan mendekati mereka disebabkan Alloh <em>Subahanahu wa  Ta’ala </em>telah menjauhkan mereka (menjadikan mereka sangat jauh)”  (HR: Imam Ahmad).</p>
<p style="text-align: justify;">Dan Imam Ahmad dan Imam Muslim meriwayatkan: <em>“Bahwa Rasululloh  keluat menuju Badar, lalu seorang laki-laki musyrikin mengikuti beliau,  kemudian bertemulah di suatu tempat (bernama Hirrah), seraya berkata,  ‘Sesungguhnya aku ingin ikut dan terluka bersamamu.’, bersabdalah  Rasululloh: “Berimankah kamu kepada Alloh dan Rasul-Nya?’ Laki-laki itu  menjawab, ‘Tidak!’, Kemudian Nabi bersabda: “Pulanglah kamu, sekali-kali  aku tidak minta tolong kepada orang musyrik.”</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em></em>Jadi jelaslah bagi kita haramnya memberikan  pekerjaan-pekerjaan kaum muslimin kepada orang kafir. yang dengan itu  memungkinkan orang kafir untuk menyelidiki keadaan dan rahasia-rahasia  kaum muslimin serta mengadakan tipu daya yang membehayakan mereka. Di  antara contoh yang gamblang yang terjadi akhir-akhir ini yaitu dengan  didatangkannya orang-orang kafir ke negara kaum muslimin (seperti di  negara dua tanah haram yang suci) lalu mereka dijadikan pekerja-pekerja,  sopir-sopir, pembantu-pembantu, baby sister di rumah mereka sehingga  mereka berbaur dalam satu rumah tangga kaum muslimin yang tinggal di  negara tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kelima: </strong>Memuji dan terpesona atas kemajuan mereka  serta kagum atas tingkah laku dan kepandaian mereka dan mengabaikan  akidah-akidah mereka yang bathil dan nama mereka yang rusak. Alloh <em>Subahanahu  wa Ta’ala</em> berfirman, yang artinya: <em>“Dan janganlah kamu tujukan  kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada  golongan-golongan dari mereka sebagai bunga kehidupan di dunia untuk  Kami cobai mereka dengannya. Dan karunia Rabbmu adalah lebih  baik dan  lebih kekal.” </em>(QS: Thoha: 131).</p>
<p style="text-align: justify;">Tetapi ayat tersebut bukanlah larangan bagi kaum muslimin untuk  mengetahui rahasia sukses mereka dengan jalan belajar di bidang-bidang  perindustrian (teknologi dan lain-lain), dasar-dasar ekonomi yang tidak  dilarang oleh syari’at serta strategi-strategi lainnya yang tidak  bertentangan dengan Syariat Islam, bahkan semua itu merupakan persoalan  yang dituntut oleh Islam.</p>
<p style="text-align: justify;">Alloh <em>Subahanahu wa Ta’ala</em> berfirman, yang artinya: <em>“Dan  siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu  sanggupi.” </em>(QS: Al-Anfal: 60) Alloh <em>Subahanahu wa Ta’ala </em>berfirman,  yang artinya: <em>“Dia-lah Alloh yang menjadikan segala yang ada di  bumi untuk kamu.”  (</em>QS: Al-Baqarah: 29).</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Maka merupakan suatu kewajiban bagi kaum muslimin untuk  bersaing dalam menggali manfaat-manfaat dan potensi ini dan tidak perlu  meminta-minta kepada orang kafir untuk mendapatkannya, mereka wajib  memiliki pabrik-pabrik dan teknologi-teknologi canggih. </strong><em>wallohu  a’lam bi shawaab</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>sumber: http://aqidahislam.wordpress.com/2007/07/19/bentuk-loyalitas-kepada-musuh-alloh/</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.inilahjalanku.com/bentuk-loyalitas-kepada-musuh-alloh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manusia Pilihan</title>
		<link>http://www.inilahjalanku.com/manusia-pilihan/</link>
		<comments>http://www.inilahjalanku.com/manusia-pilihan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 May 2011 03:47:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>code4769</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islami]]></category>
		<category><![CDATA[akhirat]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[pemuda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.inilahjalanku.com/?p=439</guid>
		<description><![CDATA[Segala yang ada di dunia ini adalah fana dan tiada yang kekal, tapi bukan berarti telah berakhir sampai disini. Tapi menuju ke alam berikutnya yaitu hari akhir, suatu kehidupan yang kekal tiada berakhir. Semua jiwa pasti akan kembali kepada pemilik dan penciptanya yaitu Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Setelah ditiup sangkakala yang kedua seluruh manusia dibangkitkan <a href='http://www.inilahjalanku.com/manusia-pilihan/'>[...]</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Segala yang ada di dunia ini adalah fana dan tiada yang kekal, tapi bukan berarti telah berakhir sampai disini. Tapi menuju ke alam berikutnya yaitu hari akhir, suatu kehidupan yang kekal tiada berakhir. Semua jiwa pasti akan kembali kepada pemilik dan penciptanya yaitu Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Setelah ditiup sangkakala yang kedua seluruh manusia dibangkitkan dari kuburan-kuburan mereka dalam keadaan tidak membawa apa pun, tidak beralas kaki, tidak berbusana, dan juga tidak berkhitan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagaimana hadits yang diriwayatkan Aisyah, bahwa baginda Rasululloh Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, yang artinya: “Manusia akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan tidak beralas kaki, tidak berbusana, dan tidak berkhitan.” Kemudian Aisyah berkata: “Wahai Rasululloh Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam! Apakah seluruh para wanita dan laki-laki seperti itu, sehingga saling melihat diantara mereka? Beliau Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam menjawab, yang artinya: “Wahai Aisyah! Kondisi waktu itu amat ngeri dari pada sekedar melihat antara satu dengan lainnya.” (HR: Al Bukhari no 6527 dan Muslim no. 2859)<br />
Setelah itu manusia dikumpulkan di padang mahsyar menanti penghisaban (perhitungan) semua amal perbuatannya selama hidup di dunia. Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “Sesungguhnya kepada Kami-lah mereka akan kembali, kemudian sesungguhnya kewajiban Kami-lah menghisab mereka.” (QS: Al Ghasyiyah: 25-26)</p>
<p style="text-align: justify;">Tahap penghisaban amal perbuatan manusia dipadang mahsyar merupakan bagian adzab dari Alloh Subhanahu wa Ta’ala terhadap siapa yang dihisap pada hari itu. Rasululloh Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam besabda, yang artinya: “Barangsiapa yang dihisab pada hari kiamat bararti dia telah merasakan adzab.” Aisyah berkata: “Wahai Rasululloh Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam bukankah Alloh Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman (yang artinya): “(Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanan) maka dia akan dihisab dengan hisab yang mudah.”(QS: Al Insyiqaq: <img src='http://www.inilahjalanku.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> Rasululloh Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam menjawab: “Sesungguhnya itu adalah sekedar memperlihatkan amalannya, tetapi barangsiapa yang diperiksa penghisabannya pada hari kiamat berarti dia telah merasakan adzab.” (HR: Muslim no. 2876)<span id="more-439"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Pada hari penghisaban saja sangat mengerikan dan tersiksa. Bagaimana lagi dengan bentuk adzab dari Alloh Subhanahu wa Ta’ala di neraka jahannam nanti. Rasululloh Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam telah menggambarkan tingkatan neraka yang paling ringan, sebagaimana dalam hadits yang shahih, yang artinya: “Sesungguhnya adzab yang paling ringan bagi penghuni neraka adalah seseorang yang bersandalkan dengan api neraka, maka mendidihlah otaknya disebabkan dari panas kedua sandalnya.” (HR: Muslim no. 211)</p>
<p style="text-align: justify;">Namun Alloh Subhanahu wa Ta’ala Al Ghaffur (Yang Maha Pengampun) dan Ar Rahim (Yang Maha Pengasih) telah membentangkan rahmat-Nya yang amat luas. Diantara rahmat Alloh Subhanahu wa Ta’ala telah memberikan petunjuk kepada manusia tentang jalan yang dapat mengantarkan ke dalam al janah tanpa hisab dan adzab. Jalan tersebut telah dijelaskan oleh Rasululloh Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam dalam haditsnya, yang artinya: “Akan masuk al jannah dari umatku tujuh puluh ribu tanpa hisab dan adzab (dalam riwayat lain; wajah-wajah mereka bercahaya bagaikan cahaya rembulan di bulan purnama).” Kemudian Rasululloh Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam berdiri dan masuk ke dalam rumah. Sementara para shahabat Rasululloh Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam menduga-duga siapakah golongan mereka itu. Diantara para shahabat ada yang menduga; “Semoga mereka adalah orang-orang yang menjadi shahabatnya”. Yang lainnya mengira; “Semoga mereka adalah orang-orang yang lahir dalam keadaan Islam dan tidak pernah berbuat kesyirikan”, dan perkiraan-perkiraan yang lainnya. Kemudian Rasululloh Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam keluar dari rumahnya dan mengkhabarkan sifat golongan yang bakal menjadi penghuni al jannah tanpa hisab dan adzab. Beliau Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, yang artinya: “Mereka itu adalah orang-orang yang tidak meminta kay (praktek pengobatan dengan menempelkan besi panas atau semisalnya pada bagian tubuh yang sakit), tidak meminta ruqyah, dan tidak pula berfirasat sial (dengan sebab melihat sesuatu yang disangka ganjil seperti burung dan semisalnya), serta mereka bertawakkal penuh kepada Rabb mereka.”  Kemudian Ukasyah bin Mihshan berdiri seraya berkata: “(Wahai Rasululloh) berdo’alah kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala supaya aku termasuk golongan mereka. Rasululloh Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam  bersabda: “Engkau termasuk dalam golongan tersebut”. (HR: Al Bukhari no. 5752 dan Muslim no. 374)</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam riwayat Al Imam Ahmad 2/359 dan lainnya, Rasululloh Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, yang artinya: “Maka aku meminta tambahan dari Rabb-ku, sehingga Alloh menambah dalam setiap seribu orang bersama tujuh puluh ribu orang.” (Lihat Ash Shahihah no. 1486)</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam riwayat di atas menunjukkan luasnya rahmat Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Karena Alloh telah menambah dalam setiap seribu orang bersama tujuh puluh ribu orang. Demikian pula Alloh tidak mengkhususkan yang berhak meraih keutamaan tersebut hanya bagi para shahabat Rasululloh Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam atau orang yang yang lahir dalam keadaan Islam dan tidak pernah berbuat kesyirikan sebagaimana yang dikira para shahabat Rasululloh Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam. Namun Alloh Subhanahu wa Ta’ala membuka lebar-lebar pintu rahmat kepada siapa yang berupaya menghiasi dirinya dengan sifat-sifat tersebut dia lah yang berhak meraih al jannah tanpa hisab dan tanpa adzab. Semoga Alloh Subhanahu wa Ta’ala menjadikan kita termasuk golongan mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Ciri Ciri Golongan Penghuni Al Jannah Tanpa Hisab Dan Adzab</p>
<p style="text-align: justify;">Pertama: Tidak Meminta Kay<br />
Kay adalah praktek pengobatan dengan cara menempelkan besi atau semisalnya yang telah dipanaskan pada bagian tubuh yang sakit.</p>
<p style="text-align: justify;">Rasululloh Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, yang artinya: “Penyembuhan itu dengan tiga hal: minum madu, berbekam, dan kay, tetapi aku melarang umatku dari pengobatan kay. (Dalam riwayat lain; Dan aku tidak mencintai pengobatan dengan kay)” (HR: Al Bukhari no. 5680)</p>
<p style="text-align: justify;">Hadits-hadits di atas menunjukkan hukum pengobatan dengan kay adalah boleh tapi makruh (dibenci), sehingga yang lebih utama adalah ditinggalkan. Karena Rasululloh Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam mencintai umatnya untuk meniggalkan pengobatan dengan cara kay. Terlebih lagi berobat dengan kay bisa menjadi penghalang untuk masuk ke dalam Al Jannah tanpa hisab dan adzab.</p>
<p style="text-align: justify;">Kedua: Tidak Meminta Ruqyah<br />
Ruqyah adalah praktek pengobatan dengan membacakan ayat-ayat Al Qur’an atau nama-nama dan sifat-sifat-Nya kepada si penderita. Karena seluruh ayat-ayat Al Qur’an itu sebagai obat hati dan jasmani. Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “Dan Kami menurunkan Al Qur’an itu sebagai obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS: Al Isra’: 82)</p>
<p style="text-align: justify;">Namun yang menjadi penghalang untuk masuk bagian dari golongan penghuni al jannah tanpa hisab dan adzab ini khusus bagi orang yang meminta ruqyah bukan yang meruqyah dirinya sendiri ataupun orang lain yang meruqyahnya tanpa ada unsur permintaan darinya. Adapun kalau dia sendiri meruqyah itu memang perkara yang lebih utama, karena dia telah bertawakkal penuh kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala dan menjauhkan dirinya dari bergantung kepada selain Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Demikian pula orang lain yang meruqyah tanpa unsur permintaan dari si penderita itu pun tidak mengapa. Karena konteks hadits itu adalah yang bermakna “Tidak Meminta Ruqyah”.</p>
<p style="text-align: justify;">Sesungguhnya malaikat Jibril pernah datang kepada Rasululloh Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam lalu berkata, yang artinya: “Wahai Muhammad, apakah engkau lagi sakit? Rasululloh Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam menjawab: Ya. Kemudian malaikat Jibril meruqyahnya tanpa permintaan dari Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam.” (HR: Muslim no. 2186)</p>
<p style="text-align: justify;">Rasululloh Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam juga pernah ditanya tentang meruqyah, maka beliau Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, yang artinya: “Barangsiapa diantara kalian yang dapat memberikan manfaat bagi saudaranya, maka lakukanlah.” (HR:  Muslim no. 2199)</p>
<p style="text-align: justify;">Ketiga:  Tidak Bertathayyur<br />
Tathayyur adalah sikap berprasangka sial yang disandarkan kepada sesuatu yang dilihat atau pun yang didengar. Misalnya, kebiasaan orang Arab terdahulu bila hendak safar (berpergian) melihat arah terbangnya burung. Bila terbang ke arah kanan maka safar akan dilakukan, sebaliknya bila terbang ke arah kiri menujukkan kesialan maka safar dibatalkan. Begitu pula ada sebagian orang yang menganggap sial atau pertanda akan ada musibah bila mendengar suara burung gagak di malam hari atau bila melihat cecak jatuh. Diantara waktu-waktu, hari-hari, atau bulan-bulan pun ada yang dianggap sial untuk diselengarakan acara-acara tertentu. Dan sebagainya dari tanda-tanda yang dianggap sial yang tersebar dimasyarakat kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Tathayyur ini merupakan perbuatan terlarang. Karena telah menyandarkan kesialan kepada sesuatu yang sama sekali tidak ada hubungannya secara logis dan sebab musababnya. Termasuk aqidah kaum muslimin beriman kepada taqdir Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Bahwa segala sesuatu yang terjadi di muka bumi ini tarjadi atas kehendak Alloh Subhanahu wa Ta’ala semata. Bila Alloh Subhanahu wa Ta’ala menghendaki sesuatu pasti akan terjadi, dan sebaliknya bila Alloh Subhanahu wa Ta’ala tidak menghendaki sesuatu pasti tidak akan terjadi. Sehingga orang yang bertathayyur itu telah mengurangi nilai tawakkalnya kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala karena ia menyangka bahwa ada selain Alloh Subhanahu wa Ta’ala yang bisa mendatangkan kesialan.</p>
<p style="text-align: justify;">Padahal Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu merupakan taqdir Alloh, akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahuinya.” (QS: Al A’raf: 131)</p>
<p style="text-align: justify;">Keempat: Bertawakal Kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala<br />
Bahwa sifat yang keempat ini merupakan buah dari tiga sifat sebelumnya. Maksudnya, dengan meninggalkan pengobatan kay, meninggalkan untuk meminta ruqyah dan meninggalkan tathayyur menunjukkan kemurnian tawakkal seseorang kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Karena seseorang tersebut telah melepas dari segala ikatan-ikatan ketergantungan kepada sesuatu selain Alloh Subhanahu wa Ta’ala dan menyandarkan nasib dan hasilnya itu hanya kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Sehingga barangsiapa yang benar-benar bertawakkal kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala, niscaya Alloh Subhanahu wa Ta’ala sebagai pencukupnya di dunia dan di akhirat kelak nanti akan digolongkan sebagai pewaris Al Jannah tanpa hisab dan tanpa adzab. Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “Barangsiapa yang bertawakkal kepada Alloh, maka Dia sebagai pencukup baginya.” (QS: Ath Thalaq: 3)</p>
<p style="text-align: justify;">Perlu kita pahami disini, bukan berarti Islam melarang untuk berobat. Sesungguhnya sifat penghuni Al Jannah tanpa hisab dan adzab itu karena mereka meninggalkan pengobatan yang dibenci (makruh) disaat sangat membutuhkannya dengan mencukupkan dirinya untuk bertawakkal hanya kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Adapun berobat dengan sesuatu yang tidak dilarang maka tidak mengurangi tawakkal kita kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada seseorang yang bertanya kepada Rasululloh Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam: “Wahai Rasululloh Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam bolehkah aku berobat? Rasululloh Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam seraya menjawab: “Tentu, wahai hamba Alloh berobatlah kalian. Karena Alloh Subhanahu wa Ta’ala tidak menciptakan penyakit melainkan pasti diciptakan pula obatnya, kecuali satu penyakit.” Kemudian para shahabat bertanya: “Apa itu (Wahai Rasululloh Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam) Rasululloh Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam menjawab: “Penyakit pikun (karena ketuaan).” (HR: Ahmad, dishahihkan Asy Syaikh Al Albani dalam Ghayatul Maram hal. 147). Semoga kita termasuk sebagai hamba Alloh Subhanahu wa Ta’ala yang berkesempatan dan diberikan hidayah serta kekuatan oleh Alloh Subhanahu wa Ta’ala; untuk menjadi Penghuni-Penghuni Al Jannah Tanpa Hisab dan Adzab. Amien….</p>
<p style="text-align: justify;">Penghuni Surga Yang “Tanpa Hisab dan Tanpa Adzab” dan Penghuni Surga Yang “Tanpa Hisab dan Tanpa Adzab”</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Sumber : http://aqidahislam.wordpress.com/2007/05/28/manusia-pilihan/</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.inilahjalanku.com/manusia-pilihan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aktivis Dakwah</title>
		<link>http://www.inilahjalanku.com/aktivis-dakwah/</link>
		<comments>http://www.inilahjalanku.com/aktivis-dakwah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 16:00:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>code4769</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islami]]></category>
		<category><![CDATA[aktivis]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[pemuda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.inilahjalanku.com/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[Tulisanku Tentang &#8220;Aktivis Dakwah&#8221; Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah, Rabb semesta alam. Hanya kepadaNya kita berharap, hanya kepadaNya kita berserah diri, dan hanya kepadaNya kita beribadah. Shalawat dan salam kepada Muhammad Rasulullah yang dengan perantara beliau Allah telah membebaskan kita dari “kegelapan” menuju “cahaya terang” yang indah. Kesabaran, keteguhan hati, dan perlindungan Allah semoga <a href='http://www.inilahjalanku.com/aktivis-dakwah/'>[...]</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><center>Tulisanku Tentang</center></p>
<p><center>&#8220;Aktivis Dakwah&#8221;</center></p>
<p>            Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah, Rabb semesta alam. Hanya kepadaNya kita berharap, hanya kepadaNya kita berserah diri, dan hanya kepadaNya kita beribadah. Shalawat dan salam kepada Muhammad Rasulullah yang dengan perantara beliau Allah telah membebaskan kita dari “kegelapan” menuju “cahaya terang” yang indah. Kesabaran, keteguhan hati, dan perlindungan Allah semoga selalu meliputi hamba-hambaNya yang taat.</p>
<p>Saudaraku, Allah berfirman: Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan&#8221; (al-Mujaadilah: 11.) Kemudian bersabda Rasulullah bahwa: “Menuntut ilmu wajib atas tiap muslim (baik muslimin maupun muslimah).” (HR. Ibnu Majah). Dari sini nampaklah bahwa ilmu memiliki status yang penting dalam Islam <span id="more-62"></span>hingga diwajibkan bagi kita untuk menuntut ilmu. Sejak kecil kita sudah dididik orang tua kita dan orang terdekat kita, kemudian setelah cukup besar, kita disekolahkan oleh orang tua kita dengan harapan bisa menjadi orang yang pintar dan berguna bagi agama, orang tua, serta lingkungan kita. Namun, ketahuilah wahai saudaraku, bahwa hak ilmu atas kita bukan hanya untuk dipelajari dan diamalkan. Namun juga untuk di dakwahkan. Rasulullah Bersabda: “Sampaikanlah (ilmu) dariku meski hanya satu ayat, dan boleh saja kalian menceritakan dari bani Israil (boleh untuk diambil pelajaran). Dan barang siapa mendustakan atasku (mengatasnamakan suatu pembicaraan kepada Nabi padahal beliau tidak menyabdakannya) dengan sengaja, maka sebaiknya ia meletakkan tempat duduknya di neraka.” (HR. Bukhori). Hingga sudah menjadi kewajiban bagi tiap muslim, termasuk paramahasiswa untuk mendakwahkan ajaran Islam.</p>
<p>Saudaraku, usia kita adalah usia yang sangat ideal bagi akivitas belajar ilmu agama dan aktivitas dakwah. Dikatakan ideal bagi belajar karena direntang usia 15 sampai 30an tahun seseorang akan lebih mudah menyerap ilmu atau pemahaman hingga rentang ini disebut rentang usia sugestif. Dan saya katakan ideal untuk berdakwah karena pada rentang ini umumnya manusia memiliki semangat yang tinggi dan pada keadaan terkuat secara jasmani. Tidak hanya itu, pada rentang usia ini didapati banyak media dan wadah untuk berdakwah, misalnya, rohis, perkumpulan remaja masjid, perkumpulan mahasiswa Islam, serta organisasi Islam yang masuk ke SMA atau Universitas.</p>
<p>Saudaraku, teman-teman mahasiswa, tidak ada alasan bagi kita untuk tidak mendakwahkan ilmu yang kita miliki, kecuali hanya rasa malas dan ketidak pedulian. Saudaraku, sebisa mungkin kita harus meluangkan waktu kita untuk berdakwah, untuk menyeru kepada penegakan Kalimatullah. Ajak saudara-saudara kita agar selalu dalam kebaikan, jangan biarkan mereka terjebak dalam pergaulan yang salah karena kurangnya ilmu agama.</p>
<p>Saudaraku, coba anda simak hadist-hadist berikut ini:</p>
<p>Dari sahl bin Sa’ad Bahwasanya Nabi bersabda:”Demi Allah, jika Allah memberi petunjuk kepada seseorang dengan perantaraanmu, maka itu lebih baik daripada unta merah (hak milik orang yang paling berharga)” (Bukhori Muslim)</p>
<p>Dari Abu Hurairah , ia berkata : bahwasanya Rasulullah bersabda : “barangsiapa mengajak kepada jalan yang baik, maka ia mendapat pahala sebanyak pahala orang yang mengikutinya (mengikuti ajakannya) tanpa mengurangi pahala mereka sendiri sedikitpun.” (Muslim)</p>
<p>Dari Abu Hurairah , ia berkata : Rasulullah bersabda : “ Apabila anak Adam (manusia) mati, maka terputuslah amalanya, kecuali tiga hal, sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak sholeh yang selalu mendoakannya.” (Muslim)</p>
<p>Dari Ibnu Mas’ud, ia berkata: “Saya mendengar Rasulullah bersabda : “Semoga Allah memberi cahaya yang berkilauan kepada seseorang yang mendengar sesuatu dariku, kemudian ia menyampaikannya sebagaimana yang telah ia dengar, karena banyak orang yang disampaikan kepadanya(sesuatu itu) lebih menghayati, dari pada orang yang mendengarnya sendiri.” ( Turmudzi)</p>
<p>Dari Ibnu Mas’ud, ia berkata : Rasulullah bersabda : “ Tidak boleh hasud (dengki), kecuali dalam dua hal, yaitu terhadap orang yang diberi harta oleh Allah, kemudian ia mempergunakannya untuk membela kebenaran, dan terhadap orang yang diberi ilmu pengetahuan oleh Allah, kemudian ia mengamalkannya dan mengajarkannya.” (Bukhori dan Muslim)</p>
<p>Saudaraku, diatas telah saya kutibkan beberapa hadist mengenai keutamaan berdakwah atau menyampaikan ilmu. Saudaraku, masihkah kita enggan untuk berdakwah? Saudaraku, marilah kita berdakwah semampu kita, mari kita mulai untuk menyampaikan ilmu yang telah kita pelajari. Dakwah itu mudah, jangan dipersulit! Kalau bisa, kita menyampaikan ilmu dalam sebuah forum besar, kalau tidak, dalam kelompok sedang, kalau tidak, kelompok diskusi kecil, kalau tidak, cukup dengan 4 mata, kalau tidak bisa dengan tulisan, atau setidaknya dengan selalu bersikap islami untuk mencoba menjadi contoh. Namun, hendaklah kita berusaha untuk mengerjakan yang terbaik.</p>
<p>Saudaraku, sebelum saya akhiri tulisan ini, perlu saya tambahkan catatan penting yang harus diperhatikan oleh aktivis dakwah terutama di kampus. Bahwa:</p>
<p>1.      Hendaklah seorang aktivis dakwah benar-benar memiliki kefahaman ilmu terhadap apa yang ia sampaikan atau apa yang akan ia sampaikan. Hingga ia tidak berkata dengan kebodohan.</p>
<p>2.      Ingat bahwa sepintar apapun seseorang terhadap ilmu agama, pada hakekatnya ia tetap bodoh. Maka dari itu, jangan sampai kesibukan dakwah melalaikan dari belajar ilmu agama.</p>
<p>3.      Hendaknya ia mengatakan Allahu A’lam jika ia tidak memiliki pengetahuan terhadap ilmu yang ditanyakan padanya, bukan menjawab dengan menduga-duga.</p>
<p>4.      Hendaknya ia tidak menyembunyikan ilmunya atau menutup-nutupi kebenaran karena kepentingan dunia atau nafsunya. Sebab hal itu akan mendatangkan murka Allah.</p>
<p>5.      Hendaklah ia berdakwah murni untuk meraih ridho Allah. Bukan untuk mencari ketenaran, pujian, perhatian dari manusia, atau untuk membesarkan nama kelompok.</p>
<p>6.      Seorang aktivis dakwah harus bisa menjadi contoh yang baik, tidak bodoh dalam hal akademis hingga ia tidak direndahkan oleh orang lain.</p>
<p>7.      Hendaknya ia selalu menjaga tingkah lakunya untuk sebisa mungkin selalu tidak bertentangan dengan nilai keisalman hingga ia tidak mendustakan perkataannya dengan perbuatannya sendiri.</p>
<p>8.      Seorang aktivis dakwah tidak boleh terlalu membangga-banggakan nama kelompok atau “wadah” yang diikutinya hingga ia lebih menghormati “bendera kelompok” daripada “bendera Islam”.</p>
<p>9.      Jaga persatuan antar aktivis dakwah atau sesama muslim walau berbeda pemahaman, penerapan, dan “wadah”.</p>
<p>Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat bagi saya dan bagi pembaca. Tugas saya hanya menyampaikan, dan hidayah datangnya dari sisi Allah. Saya meminta ampun kepada Allah apabila ada kesalahan dari apa yang saya sampaikan. Kemudian, tolong ingatkan saya jika saya salah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.inilahjalanku.com/aktivis-dakwah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemuda Harapan Umat</title>
		<link>http://www.inilahjalanku.com/pemuda-harapan-umat/</link>
		<comments>http://www.inilahjalanku.com/pemuda-harapan-umat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 01:18:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>code4769</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islami]]></category>
		<category><![CDATA[pemuda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.inilahjalanku.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Abad ini adalah abad yanga menghebohkan dunia dakwah. Banyak pemuda yang turun berjuang dijalan Allah untuk berdakwah, tapi ada pula yang menghabiskan masa mudanya untuk berfoya-foya menuruti hawa nafsunya. Mungkin sudah sunatullah bahwa disitu ada kebaikan pasti ada keburukan. Dan keduanya tidak mungkin dapat disatukan. Banyaknya pemuda yang berjuang dijalan dakwah merupakan suatu tanda perkembangan <a href='http://www.inilahjalanku.com/pemuda-harapan-umat/'>[...]</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>            Abad ini adalah abad yanga menghebohkan dunia dakwah. Banyak pemuda yang turun berjuang dijalan Allah untuk berdakwah, tapi ada pula yang menghabiskan masa mudanya untuk berfoya-foya menuruti hawa nafsunya. Mungkin sudah sunatullah bahwa disitu ada kebaikan pasti ada keburukan. Dan keduanya tidak mungkin dapat disatukan. <span id="more-22"></span></p>
<p>            Banyaknya pemuda yang berjuang dijalan dakwah merupakan suatu tanda perkembangan umat muslim. Kalau dahulu masjid-masjid masih diramaikan oleh golongan tua, tapi sekarang masjid dipenuhi aktivitas anak-anak, remaja, pemuda yang  aktif untuk meramaikan masjid dengan siar islam.</p>
<p>            Suatu tanda positif nampak pada kehidupan para pemuda pemudi zaman sekarang. Hal ini mulai terlihat mulai dari cara berpakaian, pola tingkah laku yang  mengikuti syari’at islam.</p>
<p>            Semua itu tidaklah lepas dari cita-cita dan semangat yang tinggi para pamuda islam yang mulai memahami urgensi dahwah ilahiyah dalam rangka meneladani perjuangan rasulullah SAW untuk menegakkan kalimat Allah di muka bumi ini.</p>
<p>            Dr.Yusuf Qardhawi menyatakan bahwa pemuda mencerminkan masa yang mempunyai energi yang tinggi. Suatu fase yang mempunyai semangat dan cita-cita tinggi. Kalau digambarkan pemuda menempati masa pertengahan. Ibarat matahari berada di puncak langit, maka pada saat itu akan terasa lebih panas dibandingkan saat pagi atau sorenya. Dengan demikian, pemuda merupakan masa yang mempunyai energi super dasyat dengan semangat yang menggelora dalam takaran manusia.</p>
<p>            Pemuda merupakan bagian dari lapisan masyaraakat yang memiliki wawasan jauh ke depan dan tidaklah mereka pernah merasa puas kondisi yang ada. Pemuda memiliki idealisme yang tinggi, penuh dengan cita-cita dan harapan. Lebih khusus Dr. Yusuf Qardhawi menyatakan bahwa pemuda islamlah  pemuda yang sanggup memikul tugas dalam menegakkan panji-panji islam. Pemuda generasi islam menjadi tumpuan harapan dan masa depan umat islam dalam meraih kejayaan islam. Pemuda harapan umat yaitu pemuda beriman yang menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah pada yang munkar. Sebagaimana dalam firman Allah SWT :</p>
<p>“kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah pada yang munkar dan beriman kepada Allah”.( QS : 03 :10 ).</p>
<p>            Dalam hadits nabi disebutkan bahwa ada tujuh golongan yang akan mendapat naungan Allah dalam naunagan-Nya, pada hari itu tiada naungan selain naungan-Nya, salah satunya yaitu ; “pemuda yang tumbuh kembangnya dalam beriabadah kapada Allah”. ( HR Bukhori – Muslim )</p>
<p>            Rasulullah mewasiatkan kepada kita melalui sabda beliau :</p>
<p>“ raihlah lima perkara sebelum dating yang lain ( udzur ) yaitu : “ masa mudamu sebelum masa tuamu, masa kayamu sebelum masa miskinmu, mas hidupmu sebelum masa matimu, masa senggangmu sebelum masa sempitmu. ( Hadita Ibnu Abbas r.a riwayat Al – Hakim )</p>
<p>            Cara terbaik untuk mewujudkan kejayaan islam adalah dengan dakwah ilallah. Dakwah merupakan kewajiban bagi tiap orang yang mengaku beragama islam. Hal ini dikarenakan bahwa iaslam merupakan dien risalah dan dakwah. Dakwah merupakan totalitas seorang muslim yang meyebutka seluruh aktivitas islam. Sedangkan pengertian dakwah secara hafiah berasal dari kata da’a – yad’u yang berarti menyeru. Hal ini sesuai dengan firman Allah Ta’ala :</p>
<p>“Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan , menyuruh pada yang ma’ruf dan mencegah pada yang mungkar, mereka itulah orang – orang yang beruntung. ( QS : 03 :104 )</p>
<p>            Esensi dari dakwah itu sendiri telah diterngkan dalam QS : 02 : 256 – 257, bahwa dakwah islam berarti setiap usaha mengajak manusia membebaskan diri dari segala macam bentuk penghambaan kepada selain Allah, kemudian menyerahkan pengabdiannya hanya keopada – Nya saja, membebaskan diri dari kegelapan jahiliyyah menuju cahaya islam.</p>
<p>            Lalu bagaiman ciri – ciri seoarang pemuda yang akan menjadi harapan umat demi menyongsong kajayaan islam ? karakteristik yang harus dimilki seoarang pemuda yang dimaksud diatas yaitu :</p>
<p>a.      Seorang pemuda harus menghiasi diri dengan keimanan yang benar.</p>
<p>b.      Berdakwah dan berjihad dijalan Allah dengan ikhlas bukan karena selain Allah.</p>
<p>c.      Pemuda islam yang memiliki prinsip dasar islam yang kuat dan teguh dalam hiduupnya dan dipegangnya prinsip itu hingga akhir hayat.</p>
<p>d.      Selalu terdorong untuk beramal dengan kreativitas dan istiqomah.</p>
<p>e.      Siap berkorban dengan harta dan jiwanaya fii sabilillah.</p>
<p>Demikian uraian mengenai sosok pemuada yang menjadi harapan umat dalam rangka mewujudkan kejayaan islam. Mohon koreksi apabila ada kekurangan demi perbaikan dalam dakwah ini. Wallahu a’lam.</p>
<p>Artikel by:<br />
ri_f4i@yahoo.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.inilahjalanku.com/pemuda-harapan-umat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

